Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKELOMPOK pemuda di Malaysia melakukan kampanye 'golput' dan menyarankan warga Malaysia untuk tidak memilih diantara dua calon yang akan maju dalam pemilihan nasional (pemilu) pada Agustus nanti. Pemilu Malaysia kali ini diperkirakan akan memanas.
Perdana Menteri Najib Razak,64, yang akan maju lagi pada pemilu nanti akan menghadapi tantangan dari mantan mentor dan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang mengkritiknya karena skandal multi-miliar dolar dan melibatkan dana negara.
Mahathir, 91, sekarang memimpin kampanye oposisi untuk menggulingkan koalisi Najib. Najib dalam setiap kesempatan membantah tudingan Mahatir tersebut.
Namun para pemuda mendorong #UndiRosak, atau rusak suara Anda, melalui kampanye di media sosial yang mengatakan bahwa mereka menolak memilih antara Mahathir dan Najib yang mereka salahkan karena membangun sistem politik saat ini.
Para pemuda itu berkampanye dengan mengatakan warga boleh datang memberikan suaranya. Namun pada saat memilih dengan cara menandai surat suara disengaja salah untuk memastikan tidak ada partai politik yang mendapat keuntungan.
"Terdapat defisit demokratis ... kami ingin meninggalkan BN-PH sejujurnya, ini semakin melelahkan," kata aktivis sosial
Maryam Lee, menggunakan akronim untuk menyebut Barisan Nasional yang
berkuasa dan pihak oposisi, Pakatan Harapan.
Dukungan untuk pemboikotan pemilihan umum tersebut merupakan yang terkuat di antara para pemilih muda, yang oposisi perlukan untuk melawan Najib. Sebab, koalisi yang berkuasa secara luas diperkirakan akan memenangkan pemilihan.
Di sisi lain, Mahathir telah mencoba untuk menemukan kembali citranya di media sosial. Namun reputasinya sebagai diktator keras kepala selama 22 tahun terus membelah opini warga Malaysia.
"Oposisi tidak berhak atas suara kami hanya karena BN menyebalkan. Anda
harus berusaha untuk suara saya," ujar Lee, 25, Kamis (25/1) di sebuah
forum untuk memperdebatkan kepantasan dari gerakan tersebut.
Kampanye #UndiRosak mendapat momentumnya dalam minggu-minggu setelah pihak oposisi menunjuk Mahathir sebagai kandidat perdana menteri yang mereka usung awal bulan ini.
Lebih dari 1.500 pengguna Twitter telah membahas topik ini selama dua
minggu terakhir, menurut sebuah survei oleh firma riset media sosial
Politweet. UndiRosak juga merupakan topik Twitter populer kedua tertinggi di Malaysia.(Bernama/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved