Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Trump Diejek Setelah Hardik Pers

Anastasia Arvirianty
26/1/2018 21:19
Trump Diejek Setelah Hardik Pers
(AFP PHOTO / Fabrice COFFRINI)

PRESIDEN Donald Trump pada Jumat (26/1) menawarkan persahabatan dan kemitraan Amerika kepada dunia dalam penampilan debutnya di hadapan elite bisnis global di Davos, Swiss. Trump meyakinkan Amerika Pertama tidak berarti Amerika sendiri.

"Dunia sedang mengalami kebangkitan Amerika yang kuat dan makmur. Amerika terbuka untuk bisnis dan sekali lagi kami kompetitif," tambahnya dalam sebuah pidato di World Economic Forum.

Trump mengatakan kepada undangan, para politisi dan pemimpin industri, mengklaim bahwa teknologi dan keuangan di AS kini menjadi lebih menarik untuk investasi asing di bawah kepemimpinannya yang baru berusia satu tahun.

Tapi dia memperingatkan, "Kami tidak dapat melakukan perdagangan bebas dan terbuka jika ada negara mengeksploitasi sistem dengan mengorbankan orang lain."

Lebih lanjut, ia mengatakan, "Kami mendukung perdagangan bebas tapi perlu adil dan perlu timbal balik. Amerika Serikat tidak akan lagi menutup mata terhadap praktik ekonomi yang tidak adil."

Namun pidato Presiden AS yang dikenal kontroversial itu mendapat ejekan dari para hadirin di pertemuan puncak bisnis Davos tersebut. Ejekan datang saat dia menyerang media dan menyebut pers adalah 'setan', serta menuduh mereka melaporkan berita palsu.

"Baru setelah saya menjadi politisi, saya menyadari betapa jahat, jahat, dan jahatnya, serta betapa berbahayanya pers," kata Trump, dan kemudian disahuti teriakan ejekan dari ruang di mana ratusan delegasi duduk. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya