Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGADILAN militer Israel pada Senin (15/1) memerintahkan perpanjangan penahanan terhadap seorang remaja Palestina, Ahed Tamimi, 16, yang ditangkap setelah sebuah video viral menunjukkan dia memukul dua tentara Israel. Tamimi ditahan untuk dua hari lagi ke depan (Rabu; 17/1) sambil menunggu jalannya pengadilan.
"Jaksa mencari alasan agar dia terus ditahan sampai masa percobaannya berakhir," ujar pengacara Tamimi, Gaby Lasky. Dia pun mengatakan bahwa perpanjangan penahanannya kliennya yang dilakukan beberapa kali melanggar konvensi internasional, apalagi Tamimi masih di bawah umur.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tamimi dipuji sebagai pahlawan oleh warga Palestina yang melihatnya dengan berani berdiri dan menghalau tentara Israel yang menduduki wilayah di Tepi Barat.
Di sisi lain tentara zionis Israel menuduh keluarga Tamimi menggunakan dia sebagai pion dalam provokasi bertahap.
Karena aksinya yang heroik tersebut Tamimi telah didakwa dengan 12 tuduhan termasuk serangan dan bisa menghadapi hukuman penjara yang panjang jika terbukti bersalah.
Tuduhan tersebut terkait dengan kejadian di video dan lima insiden lainnya. Mereka termasuk melempar batu, menghasut dan membuat ancaman saat menghadang tentara Israel yang bersenjata lengkap.
Ibunya Nariman juga telah ditangkap karena kejadian tersebut, sama seperti sepupunya Nour Tamimi, 20.
Nour Tamimi dibebaskan dengan jaminan pada 5 Januari lalu, namun Nariman Tamimi masih dalam tahanan bersama Ahed Tamimi.
Keluarga Tamimi dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa insiden 15 Desember 2017 yang menyebabkan penangkapan Tamimi dan ibunya tersebut terjadi di halaman rumah mereka di Nabi Saleh, dekat Ramallah di Tepi Barat.
Sebuah video menunjukkan Tamimi dengan berani mendekati dua tentara Israel yang bersenjata lengkap dan menyuruh mereka pergi sebelum mendorong, menendang dan menampar mereka.
Tentara bersenjata berat tersebut tidak menanggapi aksi Tamimi yang dinilainya merupakan upaya untuk memancing aksi daripada menyakiti mereka secara serius.
Mereka kemudian bergerak mundur setelah Nariman Tamimi terlibat. Bentrokan tersebut terjadi di tengah protes terhadap pengakuan kontroversial Presiden AS Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibukota Israel.
Kerabat mengatakan bahwa anggota keluarga Tamimi terluka di kepala oleh peluru karet yang dipecat saat demonstrasi tersebut terjadi.
Untuk diketahui, sudah tujuh belas warga Palestina terbunuh sejak pernyataan Trump pada 6 Desember 2017 itu. Kematian warga Palestina tersebut kebanyakan terjadi saat bentrokan dengan pasukan Israel yang dilengkapi senjata lengkap.
Ahed Tamimi, yang ditangkap pada 19 Desember 2017, telah terlibat dalam serangkaian insiden sebelumnya, dengan foto-foto menghadapi tentara Israel yang lebih dulu dipublikasikan.
Tamimi telah menjadi ikon bagi orang-orang Palestina yang telah membanjiri media sosial dengan pujian dan dukungan.
Kelompok hak asasi manusia, Amnesty International meminta Israel segera membebaskan Tamimi dan keluarganya.
"Penangkapan dan penahanan oleh militer Israel terhadap Ahed Tamimi menunjukkan perlakuan diskriminatif pihak berwenang Israel terhadap anak-anak Palestina yang berani menghadapi represi yang terus-menerus, dan sering kali dilakukan secara brutal oleh pasukan pendudukan Israel," kata badan pengawas yang berbasis di London, dalam sebuah pernyataan.(AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved