Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

India Tolak Desakan Netanyahu Untuk Akui Jerusalem Ibukota Israel

MICOM
15/1/2018 16:45
India Tolak Desakan Netanyahu Untuk Akui Jerusalem Ibukota Israel
(AFP PHOTO / MONEY SHARMA)

KUNJUNGAN Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke India dengan membawa puluhan pebisnis Israel dan juga bermaksud meminta dukungan pengakuan Jerusalem sebagai Ibukota Israel tidak berjalan mulus. India tetap pada pendiriannya menolak keputusan sepihak AS yang mengakui Jerusalem sebagai Ibukota Israel.

Menghadapi kenyataan itu, pada Senin (15/1) Netanyahu mengatakan bahwa dia "kecewa" dengan penolakan India untuk mendukung pengakuan Yerusalem sebagai ibukota negaranya. Namun Netanyahu mengatakan tidak akan membiarkan hal itu merusak kunjungannya yang bersejarah ke raksasa Asia tersebut.

Netanyahu juga bersumpah bahwa Israel akan "mengejar" pembunuh pasangan Yahudi yang dibunuh pada 2008 di Mumbai, yang anaknya saat ini menemaninya dalam perjalanan enam hari ke India.

Pemimpin Israel tersebut tiba pada hari Minggu (14/1) dengan membawa delegasi bisnis terbesar dalam kunjungannya kali ini. Kepada India Today Netanyahu mengatakan bahwa dia memiliki "hubungan khusus" dengan rekannya Narendra Modi (PM India).

Namun India bersama lebih dari 100 negara di PBB dalam pemungutan suara bulan lalu ikut mengutuk pengakuan Washington terhadap Jerusalem sebagai ibukota Israel.

"Tentu saya kecewa tapi saya pikir kunjungan ini adalah bukti fakta bahwa hubungan kita bergerak maju di banyak bidang," kata Netanyahu dalam wawancara tersebut.

Menjelang kunjungan tersebut, India juga membatalkan kesepakatan senilai $ 500 juta untuk pembelian rudal anti-tank Israel Spike.

Untuk diketahui, Israel mengekspor rata-rata US$ 1 miliar peralatan militer setiap tahun ke India, namun Modi ingin mengakhiri status India sebagai importir utama pertahanan dunia.

Netanyahu adalah pemimpin Israel pertama yang mengunjungi India dalam 15 tahun terakhir ini.

Di India Netanyahu dan istrinya Sara disambut hangat di Bandara New Delhi oleh Modi. Modi sendiri juga telah membuat sejarah yang pada Juli 2017 sebagai pemimpin India pertama yang mengunjungi Israel.

Modi juga menekankan bagaimana kunjungan "bersejarah" akan "semakin memperkuat persahabatan dekat antara bangsa kita".

Dalam kunjungan ke India ini, Netanyahu mengharapkan bisa menandatangani perjanjian baru dalam produksi energi, penerbangan, dan bioskop. Dia akan mengunjungi negara bagian Taj Mahal dan Modi di Gujarat serta mengadakan pertemuan dengan bintang Bollywood di Mumbai.

Rencananya Netanyahu juga akan melakukan kunjungan emosional ke pusat Yahudi yang ditargetkan dalam serangan Mumbai 2008, sebuah isyarat simbolis kepada komunitas Yahudi kecil India.

Netanyahu didampingi oleh Moshe Holtzberg yang berusia 11 tahun, yang orang tuanya termasuk di antara 166 orang yang dibunuh oleh gerilyawan Pakistan dalam serangan terkoordinasi ke kota tersebut.

"Pada akhirnya kita akan mengejar pembunuh tersebut namun tujuannya juga untuk mencegah pembunuh di masa depan," kata Netanyahu dalam wawancara tersebut.(AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya