Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Korsel Tuntut Denuklirisasi

Haufan Hasyim Salengke
11/1/2018 10:41
Korsel Tuntut Denuklirisasi
(Presiden Korsel Moon Jae-in ---AFP/ KIM HONG-JI)

KOREA Selatan (Korsel) menegaskan denuklirisasi Semenanjung Korea merupakan jalan menuju perdamaian dan tujuan yang ingin dicapai ‘Negeri Ginseng’ itu. Hal itu diungkapkan Presiden Korsel Moon Jae-in sehari setelah Korea Utara (Korut) setuju mengirimkan atlet mereka ke Olimpiade Musim Dingin di Korsel.

“Kita harus melanjutkan usaha-usaha untuk mengadakan sebuah Olimpiade perdamaian,” kata Moon dalam sebuah konferensi pers. “Kita harus secara damai menyelesaikan masalah nuklir Korut.”

Delegasi dari Korut dan Korsel mengadakan perundingan resmi pertama mereka dalam tempo dua tahun, Selasa (9/10), di Desa Panmun­jom di Zona Demiliterisasi yang telah membagi semenanjung tersebut selama beberapa dekade.

Pyongyang memboikot Olimpiade Musim Panas 1988 di Seoul. Namun, kali ini Korut sepakat untuk mengirimkan atlet dan pejabat mereka ke Olimpiade, yang dimulai di Pyeong­chang pada bulan depan.

Ketegangan mengenai program senjata Korut telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pyongyang meluncurkan rudal yang diklaim mampu mencapai daratan Amerika Serikat (AS) dan meledakkan perangkat nuklir mereka yang paling kuat sampai saat ini.

Pemimpin Korut Kim Jong-un, dan Presiden AS Donald Trump telah terlibat baku hina personal serta ancaman perang beberapa bulan ini.

Namun, Moon bertekad, “Saya akan menghilangkan kecemasan dan ketidakpercayaan yang telah berakar dalam kehidupan masyarakat.”

“Selangkah demi selangkah, bersama dengan orang-orang, saya akan menciptakan kehidupan yang damai dan stabil yang bebas dari kekhawatiran akan perang,” ujar suksesor Park Geun-hye itu.

Siap bertemu Kim
Sementara itu, Moon bersedia bertemu Pemimpin Korut Kim Jong-un jika kondisinya tepat. “Dengan kondisi yang tepat, saya bisa mengadakan pertemuan tingkat tinggi setiap saat,” kata Moon pada konferensi pers keduanya sebagai kepala negara.

Moon telah lama mendukung kontak dengan Korut untuk membawa negara itu ke meja perundingan mengenai program senjata yang dilarang, yang telah membuat kekhawatiran AS dan masyarakat global.

“Ini baru permulaan,” ungkap Moon. “Kemarin merupakan langkah pertama dan saya pikir kami memiliki awal yang baik.”

Ia melanjutkan, “Membawa Korut ke perundingan untuk denuklirisasi merupakan langkah selanjutnya yang harus kita ambil.”

Namun, di sisi lain, Amerika Serikat (AS) mengatakan rezim tersebut harus lebih dahulu menghentikan uji coba nuklir mereka jika perundingan dengan Washington ingin berlangsung.

“Kami tidak memiliki perbedaan pendapat dengan AS,” tegas Moon sembari menambahkan bahwa AS dan Korsel memiliki pemahaman tentang keamanan, bekerja sama, serta kedua negara sama-sama terancam oleh senjata nuklir dan rudal Korut.

Namun, dia menekankan tujuan sanksi ialah untuk membawa Korut ke perundingan.

Presiden Trump memiliki hu­bungan yang jauh lebih dekat dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe daripada dengan Moon.

Meski begitu, miliarder itu mengklaim memiliki andil atas perundingan ‘Negeri Juche’-‘Negeri Ginseng’.

“Jika saya tidak terlibat, mereka tidak akan membicarakan Olimpiade sekarang. Mereka dipastikan tidak akan berbicara sama sekali,” kata Presiden AS itu pada akhir pekan. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya