Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Gadis 'Ikon Palestina' Itu Didakwa Israel Menyerang Tentara

MICOM
02/1/2018 14:03
Gadis 'Ikon Palestina' Itu Didakwa Israel Menyerang Tentara
(AFP/AHMAD GHARABLI)

AHED Tamimi, 16, gadis Palestina yang mengusir tentara Israel dari kampung halamannya dengan cara menampar seorang tentara Israel di Tepi Barat dijerat pasal penyerangan dan penghasutan. Dakwaan dijatuhkan hakim di pengadilan militer di desa Betunia, Tepi Barat, pada Senin 1 Januari 2018.

Tamimi sebelumnya juga sudah ditahan dan harus menjalani perpanjangan penahanan. Tamimi oleh pihak Palestina dianggap sebagai simbol perlawanan generasi muda terhadap tentara pendudukan zionis Israel yang merampas tanah penduduk Palestina dan membangun ratusan permukiman untuk warga Yahudi.

Video yang memperlihatkan Ahed Tamimi yang berani dengan tangan kosong menghampiri lantas menendang dan menampar muka tentara Israel yang bersenjata lengkap itu -- viral di media sosial sejak dua pekan lalu -- memicu reaksi berseberangan dari pihak Israel dan Palestina.

Ayah Tamimi, Bassem, menyebutnya proses peradilan terhadap putrinya yang mempertahankan hak-haknya di tanah kelahirannya itu bernuansa "politik." Ia mengatakan Israel sengaja mengangkat beberapa kejadian di masa lalu demi "membenarkan penangkapannya.

Ibu Ahed Tamimi, Nariman Tamimi, yang diduga menyiarkan kejadian penangkapan putrinya di media sosial, juga dituduh melakukan penghasutan dan penyerangan.

Rekaman dalam video memperlihatkan Ahed Tamimi, Nariman dan sepupunya, Nur Tamimi, yang menghadapi seorang tentara Israel di Tepi Barat itu mendapat simpatik warga Palestina dan nitizen. Keberanian Ahed Tamimi membuatnya dianggap pahlawan oleh masyarakat Palestina.

Baca: Militer Israel Perpanjang Penahanan 'Ikon Palestina' Tamimi

Dalam sidang dakwaan, seperti dikutip Guardian, Ahed disebut telah mendorong sejumlah tentara dan mengatakan kepada mereka, "Keluar dari sini, atau saya akan memukulmu." Setelah itu, Ahed menendang dan menampar mereka.

Menurut jaksa, Ahed Tamimi mengatakan dia ingin "semua orang berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut," sehingga hal itu dianggap sebagai menghasut dan mendorong orang lain untuk berbuat kekerasan.

Sebelumnya, Ahed Tamimi pernah beberapa kali terlibat dalam sejumlah konfrontasi dengan pasukan keamanan. Israel pun menuduh keluarga Tamimi menggunakan remaja tersebut sebagai pion untuk memprovokasi.

Namun masyarakat Palestina menegaskan, Tamimi hanya melakukan perlawanan sah atas pendudukan Israel di tanah kelahirannya.(Medcom/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya