Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tank dan Pesawat Tempur Israel Kembali Mebombardir Gaza

MICOM
29/12/2017 20:32
Tank dan Pesawat Tempur Israel Kembali Mebombardir Gaza
(AFP PHOTO / JALAA MAREY)

TANK-tank dan pesawat tempur Israel pada hari ini, (Jumat; 29/12) mebombardir Jalur Gaza setelah adanya tembakan roket dari daerah kantong pejuang Palestina ke wilayah Israel bagian selatan..

Bentrokan juga meletus di Tepi Barat saat warga Palestina memeringati "hari kemarahan" menyusul pengakuan kontroversial pada 6 Desember oleh Presiden AS Donald Trump yang menyebut Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Tidak ada laporan korban tewas dalam serangan yang dilakukan kedua pihak tersebut, yang merupakan serangan pertama dalam lebih dari 10 hari terakhir ini.

"Gerilyawan Palestina menembakkan tiga roket ke Israel selatan, dua di antaranya dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome, kata sumber militer Israel.

Namun pihak kepolisian Israel mengatakan roket ketiga menabrak sebuah bangunan di sebuah komunitas dekat Gaza dan menyebabkan kerusakan namun tidak ada korban jiwa.

"Sebagai tanggapan terhadap roket yang ditembakkan ke arah Israel, tank IDF (Pasukan Pertahanan Israel) dan pesawat IAF (Israel Air Force) menargetkan dua pos milik Hamas di Jalur Gaza utara," demikian pernyataan militer Israel.

Saksi mata mengatakan tank-tank negara Zionis Israel itu menembaki sebuah posisi yang dikendalikan oleh penguasa Gaza di sebelah timur Kota Gaza. Seorang juru bicara kementerian kesehatan Hamas mengatakan tidak ada yang terluka oleh tembakan Israel tersebut.

Baik Hamas maupun kelompok militan Jihad Islam telah melabelkan pada hari Jumat sebagai "hari kemarahan", seperti pada minggu-minggu sebelumnya.

Di Tepi Barat kelompok kecil Palestina bentrok dengan pasukan Israel, termasuk di utara Ramallah dan di wilayah Hebron, di mana dua orang demonstran terluka oleh tembakan yang diarahkan langsung ke demonstran oleh pasukan Israel, kata sumber medis dan keamanan Palestina.

Namun Tentara Israel mengatakan ada "bentrokan yang sangat kecil" di sejumlah lokasi.

Untuk diketahui, militan di Gaza telah menembakkan lebih dari selusin roket atau mortir ke Israel selatan dalam gelombang kekerasan terbaru yang meletus setelah keputusan Trump.

Sebelum Jumat, roket terakhir yang ditembakkan dari Gaza terjadi pada 18 Desember, satu di antaranya mengenai sebuah rumah di sebuah kota perbatasan.

Untuk diketahui, kebijakan Trump yang mengakui Jerusalem sebagai Ibukota Israel disikapi demonstrasi besar-besaran di Tepi Barat dan di perbatasan Gaza. Sebanyak 12 warga Gaza dinyatakan tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel di perbatasan itu.(AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya