Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
LAGI, pengadilan militer Israel memperpanjang penahanan remaja putri Palestina dan ibunya Kamis (29/12). Penahanan Ahed Tamimi, 16, memicu perdebatan sengit di tubuh militer Israel setelah hakim militer ditunjukkan video bagaiman Tamimi dengan berani menampar dua tentara Israel setelah pengumuman pengakuan Jerusalem sebagai ibukota Israel oleh Presiden AS Donald Trump.
Tamimi, diperintahkan untuk ditahan sampai Senin (1/1/2018) bersama ibunya Nariman, 43, kata seorang juru bicara militer Israel.
Adapun sepupu Tamimi yang juga ikut melancarkan aksi protes pada peristiwa itu, Nour, 21, akan dibebaskan pada Minggu (31/12) jika dinyatakan tidak ada bukti baru yang diajukan.
Menyikapi sikap keras Israel yang diperlakukan terhadap remaja putri Palestina itu, aktivis Palestina memprotes penahanan mereka. Mereka berorasi di dekat gerbang penjara militer di Tepi Barat yang diduduki (Israel) tempat gedung engadilan berada.
Aksi itu direspons keras oleh militer Israel yang membubarkan mereka dengan granat suara dan gas air mata.
Ahed Tamimi dan ibunya ditangkap pada Selasa (19/12), sementara Nour dibawa oleh pasukan keamanan keesokan harinya.
Tamimi telah dipuji sebagai pahlawan oleh warga Palestina setelah sebuah video yang direkam pada Jumat (15/12) menunjukkan Tamimi menampar dan menendang dua tentara Israel di desanya Nabi Saleh di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Warga Palestina mengatakan bahwa Tamimi berani dan melakukan perlawanan yang sah terhadap pendudukan 50 tahun Israel di Tepi Barat.
Ikon Palestina
Insiden tersebut terjadi pada suatu hari bentrokan di Tepi Barat terhadap pengakuan kontroversial Presiden AS Donald Trump terhadap Jerusalem sebagai ibukota Israel.
Kekerasan sejak keputusan Trump telah menyebabkan 12 orang Palestina tewas, dengan sebagian besar terbunuh dalam bentrokan dengan pasukan Israel.
Keluarga Tamimi mengatakan seorang kerabatnya ditembak di kepala dengan peluru karet saat melakukan demonstrasi pada hari yang sama pada saat video tersebut direkam.
Rekaman tersebut menunjukkan Tamimi dan sepupunya mendekati dua tentara Israel dan menyuruh mereka pergi sebelum mendorong, menendang dan menampar mereka.
Tentara Israel yang dilengkapi senjata berat tidak menanggapi aksi Tamimi yang tampaknya merupakan upaya untuk memancing reaksi Israel daripada menyakiti mereka secara serius.
Mereka kemudian bergerak mundur setelah ibu Tamimi Nariman terlibat.
Beberapa orang Israel memuji sikap tentara Israel yang tidak membalas aksi Tamimi tersebut. Namun sebagian petinggi militer Israel yang lain mengatakan bahwa tindakan Tamimi layak mendapat reaksi lebih keras dan meminta dia dihukum berat.
Ahed Tamimi sebelumnya juga sudah dikenal sebagai ikon remaja putri Palestina dan simbol perlawanan generasi bari warga Palestina terhadap pendudukan dan penjajahan Israel di tanah Palestina.
Pada 2015, Tamimi juga diunggah fotonya saat sedang menggigit tangan seorang tentara Israel dalam upayanya untuk menghentikan penangkapan saudara laki-laki.
Tamimi waktu masih anak-anak, fotonya juga sempat diunggah di media sosial pada saat dia mengangkat tinjunya ke seorang tentara Israel. Keberanian Tamimi itu mendapat respons positif dan dia diterima oleh PM Turki Recep Tayyip Erdogan pada tahun 2012.(AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved