Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Israel Berencana Bangun Stasiun KA Bawah Tanah 'Trump' Di Jerusalem

MICOM
28/12/2017 15:04
Israel Berencana Bangun Stasiun KA Bawah Tanah 'Trump' Di Jerusalem
(AP)

ISRAEL berencana membangun kereta api bawah tanah di bawah Kota Kuno Jerusalem yang rutenya melewati tempat-tempat suci Yahudi, Nasrani, dan Islam, berakhir di Tembok Barat. Stasiun di bawah tanah itu akan dinamai Stasiun Presiden Donald Trump.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Transportasi Israel Yisrael Katz. Untuk tahap awal, ujar Katz, akan dibangun dua stasiun bawah tanah dengan cara menggali lebih dari 2 mil (3 kilometer) terowongan di bawah pusat Kota Jerusalem saat ini dan di bawah Kota Kuno.

'Proyek ini akan memperluas jalur kereta api berkecepatan tinggi yang segera dibuka dari Tel Aviv ke Tembok Barat (Tembok Ratapan), tempat suci dimana orang Yahudi biasa berdoa," ujar Katz.

Penggalian sebelumnya oleh Israel di dekat lokasi suci itu - yang merupakan pusat spiritual penyebab konflik Israel-Palestina - telah memicu demonstrasi besar-besaran warga Palestina.

Menghadapi reaksi itu, Kementerian Transportasi Israel berkilah bahwa rute yang akan dibangun tidak berada tepat di bawah Gereja Suci, yang diyakini di tempat itu ada makam Jesus Kristus, dan sebuah situs suci yang diperebutkan--yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci serta bagi umat Islam tempat juga dianggap suci.

Karena sensitivitas tersebut, usulan pembangunan kereta api bawah tanah itu kemungkinan akan menemui perlawanan keras dari pihak Palestina, negara-negara tetangga Arab dan masyarakat internasional.

Katz, yang pernah menjabat sebagai Menteri Intelijen Israel, adalah sekutu dekat PM Benjamin Netanyahu dan dipandang oleh banyak orang sebagai penerusnya untuk memimpin Partai Likud.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Israel Avner Ovadia mengatakan pada Rabu (27/12) bahwa proyek tersebut diperkirakan menelan biaya lebih dari US$700 juta dan butuh waktu empat tahun untuk menyelesaikannya pengerjaannya.

Kementerian Transportasi juga mengungkapkan Katz sudah melangkah untuk merealisasikan rencananya itu dan telah mengadakan pertemuan dengan para eksekutif Perkeretaapian Israel. Katz juga telah membahasnya di komite perencanaan.

Dia menyebutkan dengan adanya sebuah stasiun bawah tanah dengan kereta api berkecepatan tinggi akan memungkinkan pengunjung Kota Kuno Jerusalem mencapai "tembok ratapan orang-orang Yahudi' Tembok Barat dan Bukit Bait Suci."

Dia pun mengusulkan penamaan stasiun dengan nama Presiden Donald Trump. Alasannya, Presiden AS itu pantas mendapatkan penyematan namanya di Jerusalem (stasiun bawah tanah) karena keputusannya yang berani dan bersejarah untuk mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel pada awal bulan ini.

Untuk diketahui kebujakan Trump telah membuat marah orang-orang Palestina dan sebagian besar dunia Muslim. Majelis Umum PBB pun mengecam tindakan Trump tersebut. Sikap penentangan terhadap kebijakan Trump juga ditunjukkan oleh negara-negara Eropa yang selama ini dikenal sebagai sekutu tradisional AS.

Secara historis, zionisme Israel merebut Jerusalem timur, yang mencakup Kota Kuno, pada 1967, mencaploknya dalam sebuah aksi militer yang tidak diakui masyarakat internasional.

Palestina mengklaim Jerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka, dan sebuah konsensus internasional yang telah berlangsung lama berpendapat bahwa nasib Jerusalem harus diputuskan melalui perundingan langsung Israel-Palestina.

Ikrema Sabri, seorang ulama Muslim di Jerusalem, mengecam perluasan jalur KA bawah tanah yang direncanakan itu, dengan mengatakan bahwa orang-orang Palestina tidak akan menerima "perubahan atau tindakan apapun di wilayah-wilayah pendudukan."

Dia menambahkan bahwa dengan memberi nama Trump untuk proyek ini, tidak akan memberikan legitimasi apapun. Itu hanyalah implementasi lain dari keputusan Presiden Trump yang tidak dapat diterima untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel."

Terhadap rencana itu beberapa arkeolog juga mengkhawatirkan penggalian terowongan kereta api di wilayah sekitar Tembok Barat secara langsung akan menggali wilayah Kota Kuno Jerusalem. Dikhawatirkan pula akan terjadi konflik agama dan politik yang menyoal sisa-sisa arkeologi dari sejarah kota selama 3.000 tahun.

Tahun lalu sebuah inisiatif untuk mengubah daerah yang sudah digali yang menghalangi Tembok Barat itu sangat diperebutkan oleh para arkeolog Israel. Mereka mengatakan bahwa langkah tersebut akan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada sisa-sisa bersejarah kota kuno tersebut.

Otoritas Museum Israel menolak berkomentar tentang perluasan jalur kereta api yang dirancang oleh Kementerian Transportasi tersebut.

Meskipun ada kemungkinan perlawanan terhadap proyek tersebut, Ovadia berharap rencana tersebut disetujui di tahun depan. Dia pun memperkirakan jalur KA berkecepatan tinggi Tel Aviv-Jerusalem itu akan dibuka pada musim semi berikutnya.

"Tidak ada alasan mengapa kereta ini tidak dibangun," katanya. "Kami sudah tahu bagaimana menghadapi perlawanan yang tidak kalah sulit."

Untuk diketahui, Katz sebelumnya telah mengusulkan proyek infrastruktur ambisius lainnya, termasuk sebuah pulau buatan di lepas pantai Jalur Gaza yang akan berfungsi sebagai pelabuhan udara dan wilayah Palestina, dan sebuah rel kereta api yang menghubungkan Israel dengan Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya.(AP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya