Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pemberontak Katalunya Menang Pemilu, Peringatkan Spanyol dan UE

MICOM
22/12/2017 15:52
Pemberontak Katalunya Menang Pemilu, Peringatkan Spanyol dan UE
(AFP)

PEMBERONTAK Katalunya diperkirakan memeroleh kembali kekuasaan di wilayah Spanyol setelah pemilihan umum daerah, pada Kamis (21/12). Atas kemenangan ini para pengamat mengkhawatirkan akan memperdalam kemelut politik negara tersebut dan hal itu sebagai peringatan keras kepada PM Mariano Rajoy dan pemimpin Uni Eropa.

Dengan hampir semua suara dihitung, partai pemberontak meraih suara mayoritas berbeda tipis di parlemen Katalan, yang memastikan perpanjangan ketegangan politik, yang merusak ekonomi Spanyol dan mendorong dunia usaha keluar dari wilayah tersebut.

Rajoy, yang meminta diadakan pemiliha umum setelah memecat anggota pemerintah pemberontak, mengharapkan "mayoritas diam" Katalunya ikut 'menangani' pemberontakan dengan memberikan suara yang menentukan dalam referendum kemerdekaan secara "de
facto." Namun pendukung garis kerasnya malah menjadi bumerang.

Hasil tidak terduga tersebut memberikan panggung untuk presiden terguling Katalan, Carles Puigdemont, yang berkampanye dari pengasingan diri di Brussels, kembali berkuasa. Seperti diketahui, jaksa pemerintah telah menuduhnya sebagai penghasut dan Puigdemont akan ditangkap jika kembali ke negaranya.

"Rajoy mengubah caranya atau kita mengubah negara," kata Puigdemont dalam pidato di televisi. Dia didampingi oleh empat mantan anggota kabinet yang melarikan diri bersamanya.

Pada unjuk rasa mendukung kemerdekaan penuh Katalan, sorak-sorai pendukung di sekitar Barcelona meneriakkan "Presiden Puigdemont" dan membentangkan bendera merah-kuning raksasa Katalan.

Juru bicara Puigdemont mengatakan dalam sebuah pesan teks: "Kami telah kembali." Hasil pemilu tersebut membuat pasar global tercengang, dan berkontribusi atas pelemahan mata uang euro dan sentimen yang lemah di pasar saham.

Untuk diketahui, selama krisis tersebut sudah lebih dari 3.100 perusahaan telah memindahkan kantor pusat hukum mereka di luar Katalunya. Mereka khawatir bahwa wilayah yang disengketakan, yang menyumbang seperlima dari ekonomi nasional, dapat terpisah dari Spanyol dan keluar dari Uni Eropa serta zona euro secara otomatis.

Spanyol pun telah memangkas proyeksi pertumbuhannya untuk tahun depan, dan data resmi menunjukkan investasi asing langsung di Katalunya turun 75 persen pada kuartal ketiga dari tahun sebelumnya. Hal itu turut menyeret jatuhnya investasi nasional Spanyol.

Kekuatan utama Uni Eropa, Jerman dan Prancis, telah mendukung sikap Rajoy, meskipun ada beberapa kritik terhadap metodenya.

Pada 1 Oktober, ketika Katalunya melakukan referendum kemerdekaan, Spanyol menyatakan bahwa hal tersebut menentang konstitusi dan polisi nasional menggunakan gas air mata serta pentungan untuk mencegah beberapa warga Katalan memberikan suara mereka.

Ketika parlemen Katalan mengumumkan kemerdekaan setelah referendum tersebut, Rajoy meminta kekuasaan konstitusional untuk memberlakukan peraturan langsung dari Madrid di wilayah tersebut.

Dia mengatakan bahwa dirinya akan membatalkan pemerintahan hasil pemilihan itu secara langsung, yang terlepas dari hasil pemilu. Dengan catatan upaya kemerdekaan dapat dilakukan lagi jika pemerintah baru kembali melanjutkan usaha pemisahan diri. Belum ada tanggapan dari Rajoy setelah hasil pemilihan itu diumumkan.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya