Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

RI Sampaikan Sikap Kontra-Trump di Sidang Darurat MU-PBB

Haufan Hasyim Salengke
20/12/2017 19:23
RI Sampaikan Sikap Kontra-Trump di Sidang Darurat MU-PBB
(ANTARA FOTO/Teresia May)

KEPUTUSAN sepihak Amerika Serikat yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan misi diplomatik mereka dari Tel Aviv ke kota suci itu telah menyulut ketegangan. Indonesia mengutuk keputusan itu dan meminta negara-negara lain tidak mengikuti langkah Washington.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan Perwakilan Tetap Indonesia di PBB, Dian Triansyah Djani, mewakili Indonesia di sidang Majelis Umum PBB, akan menyampaikan posisi Jakarta.

"Kita akan sampaikan posisi kita yang menolak klaim sepihak Donal Trump, dan agar tidak ada negara yang mengikuti AS," ujarnya dalam acara media gathering di Jakarta, Rabu (20/12).

"Kita akan sampaikan (juga) agar semua negara anggota PBB mengakui Palestina sebagai negara yang berdaulat, dan membantu Palestina dari segi bantuan teknis untuk membangun bangsa tersebut," ia menambahkan.

Ia mengungkapkan draf resolusi rancangan Mesir yang diveto AS pada voting di Dewan Kemanan PBB akan disampaikan kembali di sidang darurat Majelis. Mengacu pada hasil voting di Dewan--14 negara menyetujui kontra 1 yang menolak--Arrmanatha melihat ada dukungan bulat di Majelis untuk draf resolusi tersebut. Baca juga: Amerika Serikat Peringatkan Negara yang Menolak Deklarasi Trump

Dengan harapan draf resolusi didukung 90% lebih negara anggota Majelis, ia melanjutkan, itu akan menjadi sikap politik yang sangat kuat bahwa masyarakat internasional menolak langkah AS.

Ia menjelaskan proses voting di Dewan Keamanan sebelumnya dan sesi di Majelis Umum adalah dua hal yang berbeda.

Menurut mekanisme yang tertuang dalam Resolusi 377A, MaJelis Umum akan mengambil pertimbangan sendiri untuk mempertimbangkan lebih suatu masalah kemanan internasional jika Dewan Keamanan gagal menjalankan tanggung jawab utama mereka mengenai pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.

"Dan itu isu yang sama akan disampaikan lagi besok untuk di-voting (di Majelis Umum)," kata Arrmanatha.

Ia menekankan kembali sikap kebijakan luar negeri Indonesia dengan menekankan isu Palestina akan selalu berada di tengah politik luar negeri Indonesia.

Atas permintaan Turki dan Yaman, Majelis Umum dijadwalkan untuk menggelar sesi pertemuan pukul 15.00 pada Kamis (21/12) waktu setempat untuk mendiskusikan mengenai Jerusalem.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, dalam mengomentari proses voting resolusi buatan Mesir di Dewan Kemanan--yang didukung oleh 14 dari 15 negara anggota--menyebut gerakan itu sebagai 'sebuah penghinaan' yang 'tidak akan dilupakan'. (Aljazeera/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya