Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA dinilai berhasil memadukan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sehingga mendapat pujian dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Kita berhasil mengombinasikan antara pertumbuhan dan equity (pemerataan). Imbauan Presiden Jokowi di ABAC, misalnya internasionalisasi UMKM, kemudian akses kepada modal, itu juga adalah yang disampaikan pesan kepada para anggota APEC," kata Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir di Da Nang, Vietnam.
Presiden Jokowi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) Ke-25 di Da Nang, 10-11 November 2017.
Kedatangan Presiden dan Ibu Negara Iriana disambut Dubes RI untuk Vietnam Ibnu Hadi, Menteri Komunikasi dan Informasi Vietnam Truong Minh Tuan, dan Wagub Da Nang Ho Minh Tri.
Agenda pertama Presiden ialah menghadiri APEC Business Advisory Council (ABAC), kemarin.
"Kita ingin tampil sebagai negara yang bisa mengombinasikan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan bertumpu pada UMKM. Ini yang coba ditampilkan dalam pesan Presiden karena itu sejalan dengan inklusivitas pembiayaan yang menunjang pertumbuhan kita," ujar Fachir.
Inklusivitas ekonomi itu sesuai dengan tema KTT APEC 2017, yakni Creating new dynamism and fostering a shared future.
"Tema sekarang ini kan ingin menciptakan shared future (masa depan bersama). Presiden menegaskan perlunya inklusivitas karena bisa jadi teknologi informasi pun bisa menciptakan gap dan kita dinilai berhasil menyeimbangkan dan mengombinasikan antara pertumbuhan dan equity, antara lain misalnya melalui social safety net."
Saat berpidato pada pembukaan KTT APEC kemarin, Presiden AS pun memuji Indonesia.
Menurutnya, Indonesia selama beberapa dekade telah membangun institusi domestik dan demokratis untuk mengelola sekitar 13 ribu pulau.
Menurut Donald Trump, sejak 1990-an, rakyat Indonesia telah mengeluarkan diri dari kemiskinan untuk menjadi negara dengan pertumbuhan pesat di G-20.
Apalagi, Indonesia saat ini ialah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.
Di sela KTT APEC, negara-negara Asia Pasifik juga berjuang menyelamatkan kesepakatan perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) menyusul pengunduran diri AS awal tahun ini. (Hym/Ant/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved