Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
TRAGEDI berdarah saat perayaan pesta Hallowen di New York membuat orang nomor satu di negara adidaya itu berang.
Meski proses peradilan belum digelar, karena merasa sangat kesal, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta pengadilan tidak ragu menjatuhkan vonis mati terhadap pelaku aksi tabrak massal yang terjadi beberapa hari lalu di Kota New York.
Dengan menggebu-gebu dan menggunakan huruf kapital di akun Twitter-nya, Trump mengatakan pelaku yang bernama Sayfullo Saipov berusia 29 tahun harus mendapatkan kematian atas perbuatannya melakukan serangan biadab.
Seperti diketahui, delapan warga tewas akibat serangan tersebut. 'Jaksa harus bergerak cepat. Hukuman mati!' tulis Trump.
Merespons cicitan presiden AS itu, beberapa ahli hukum mengatakan hakim di pengadilan federal Manhattan tidak akan membiarkan ucapan Trump memperlambat penyelesaian kasus itu atau membelokkannya dari jalur hukum yang berlaku.
"Tidak boleh ada proses yang memperlambat kasus ini," kata James Cohen, profesor di Fordham Law School.
Dia menerangkan negara belum menunjuk hakim untuk mengadili kasus tersebut.
Nanti, setelah hakim ditetapkan, para calon juri terlebih dahulu akan ditanyai tentang independensi mereka.
"Hal itu bertujuan memastikan apakah mereka dapat bersikap adil walaupun telah mendengar atau membaca berita tentang kejadian itu," terangnya.
Di lain hal, meski sempat menjadi buah bibir, cicitan Trump berubah menjadi hal yang menggelikan.
Tidak lama setelah cicitan itu dipublikasikan, akun Twitter milik orang nomor satu di AS tersebut langsung tidak aktif.
Seorang petugas layanan pelanggan Twitter menonaktifkan akun presdien AS itu selama beberapa menit pada Kamis malam, tepat di hari terakhir karyawan itu bekerja.
Sesaat sebelum pukul 19.00 waktu setempat, laporan media sosial muncul bahwa akun pribadi orang nomor satu di AS itu, yakni @RealDonaldTrump, menunjukkan status tidak tersedia.
Hal itu memberikan pesan bahwa pengguna 'tidak ada'.
Namun, pada pukul 19.03 waktu setempat, akun itu pulih kembali.
Menurut perusahaan Twitter, hal itu terjadi karena secara tidak sengaja dinonaktifkan salah satu karyawan mereka.
Mereka menyebut sebagai kesalahan faktor manusia.
Akibatnya, akun Trump tidak bisa dijangkau selama 11 menit.
"Kami sedang melakukan tinjauan internal secara penuh," kilah perusahaan itu. (AP/Arv/I-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved