Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PENASIHAT Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) HR McMaster mengatakan pemerintah 'Negeri Paman Sam' itu tengah mempertimbangkan untuk memasukkan Korea Utara (Korut) ke dalam daftar negara-negara yang mensponsori teroris.
Hal itu merupakan bagian dari strategi Presiden AS Donald Trump untuk melawan ancaman nuklir Korut.
"Saya kira, Anda akan mendengar lebih banyak tentang itu segera," ujar McMaster dalam sebuah pengarahan tur lima negara Trump di Asia.
Dalam tur tersebut, ancaman senjata nuklir dan rudal Korut akan menjadi fokus utama pertemuan Trump dengan para pemimpin Jepang, Korea Selatan (Korsel), Tiongkok, Vietnam, dan Filipina.
McMaster juga menyinggung masalah pembunuhan saudara tiri pemimpin Korut Kim Jong-un di sebuah bandara di Malaysia pada awal tahun ini.
Hal itu disebutnya sebagai sebuah tindakan terorisme yang dapat menyebabkan Korut ditambahkan kembali ke daftar yang saat ini hanya mencakup Iran, Sudan, dan Suriah.
Saat Malaysia tidak secara langsung menuduh Korut, badan mata-mata Korsel telah mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari rencana Kim Jong-un untuk membunuh saudaranya, Kim Jong-nam.
"Sebuah rezim yang membunuh seseorang di bandara umum dengan menggunakan gas pelumpuh saraf dan seorang pemimpin despotik yang membunuh saudaranya dengan cara itu jelas merupakan rezim terorisme yang berbahaya," kata McMaster.
Kim Jong-nam meninggal pada Februari setelah dua perempuan mengusap wajahnya dengan cairan yang kemudian diidentifikasi sebagai gas pelumpuh saraf VX saat ia melewati bandara di Kuala Lumpur.
Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan dirinya akan terus mengevaluasi apakah akan menunjuk Korut sebagai negara sponsor teror atau tidak.
Perjalanan Trump terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Korut, yang terus mengejar program rudal dan nuklir, serta menggenjot pengujian misilnya.
Dalam sebuah pidato baru-baru ini di PBB, Trump mengatakan bahwa dia akan menghancurkan sepenuhnya Korut jika diperlukan.
AS menempatkan Korut dalam daftar hitam terorisme selama dua dekade setelah pengeboman sebuah pesawat Korsel pada 1987 yang menewaskan 115 orang.
Namun, Presiden George W Bush mencabut penetapan tersebut pada 2008 untuk memperlancar jalan perundingan persenjataan.
Menunjuk kembali Korut sebagai negara sponsor terorisme sebagian besar merupakan kepentingan simbolis. (AP/Arv/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved