Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Bajak Laut Culik 6 Awak Kapal Jerman

25/10/2017 10:27
Bajak Laut Culik 6 Awak Kapal Jerman
(AP/EUGENE HOSHIKO)

Sebanyak enam awak kapal terma­suk sang kapten diculik di le­pas pantai selatan Nigeria. Kapal nahas itu diketahui milik Jer­man dan sedang membawa sejum­lah kontainer.

Menurut konsultan dari Sea Guar­dian, kapal yang bernama Demeter tersebut diserang kelompok bajak laut pada Sabtu (21/10) sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat.

Insiden perompakan itu berlang­sung di sebelah selatan Kota Port Har­court. Di Nigeria kota itu dike­nal sebagai daerah penghasil mi­nyak.

“Para perompak menaiki kapal, kemudian menculik enam awaknya termasuk sang kapten, kepala pe­tu­gas jaga, perwira tingkat dua, engineer tingkat dua, kepala kelasi, dan juru masak,” demikian tertulis dalam situs www.sguardian.com, kemarin.

Dalam artikel itu juga disebutkan serangan dilakukan delapan pe­rompak. Mereka mendekati tar­get dengan menumpang sebuah speed­boat berwarna hitam.

Sebelum masuk ke perairan Nige­ria, kapal Demeter telah berlayar da­ri Ibu Kota Equatorial Guinea, Ma­labo, ke Monrovia, Liberia.

Sebuah perusahaan komunikasi krisis yang menangani insiden di industri perkapalan, MTI Network, mengungkapkan serangan itu terjadi saat kapal memasuki pelabuh­an Onne.

“Selain enam orang yang diculik, terdapat 12 awak kapal lainnya yang tidak dibawa para bajak laut. Mereka dalam kondisi sehat dan tidak terluka. Kini kapal Demeter sudah memasuki perairan yang aman,” ungkap MTI Network dalam sebuah pernyataan.

Insiden penculikan tersebut juga dipaparkan juru bicara Mari­tim Dryad, Ken Johnson. Kepada World Maritime News, Ken mengata­kan sebuah kelompok bersenjata yang beranggotakan delapan bajak laut berhasil menaiki kapal kontainer setelah terlebih dahulu terlibat adu tembak.

Sehari sebelumnya, kelompok yang sama mencoba membajak se­buah kapal pemasok di perairan ter­sebut. Namun, usaha mereka gagal.

Di kesempatan terpisah, Peter Dohle Group menyatakan pihaknya tidak akan mengungkap identitas dan kewarganegaraan para awak kapal demi alasan keamanan.

Menurut Biro Maritim Internasional (IMB), terdapat sebanyak 121 insiden pembajakan di perairan internasional sepanjang 2017. Aksi para perompak termasuk penem­bakan dan percobaan penculikan.

Laporan IMB tersebut dibeberkan dalam sebuah tulisan yang terbit pekan lalu. Dalam laporan itu, anta­ra lain disebutkan Teluk Guinea masih menjadi titik rawan terhadap serangan para bajak laut.

Sebaliknya, insiden serupa di wilayah perairan lain di dunia justru berkurang. ”Perairan Nigeria sangat berisiko,” kata Kepala IMB Pottengal Mukundan merujuk ke perairan di lepas pantai Negara Bagian Bayelsa, Pulau Bonny dan Port Harcourt.

Mukundan menambahkan, adanya laporan itu menunjukan tren peningkatan pembajakan dan penculikan meskipun masih banyak insiden yang belum disampaikan. (AFP/*/I-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya