Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebanyak enam awak kapal termasuk sang kapten diculik di lepas pantai selatan Nigeria. Kapal nahas itu diketahui milik Jerman dan sedang membawa sejumlah kontainer.
Menurut konsultan dari Sea Guardian, kapal yang bernama Demeter tersebut diserang kelompok bajak laut pada Sabtu (21/10) sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat.
Insiden perompakan itu berlangsung di sebelah selatan Kota Port Harcourt. Di Nigeria kota itu dikenal sebagai daerah penghasil minyak.
“Para perompak menaiki kapal, kemudian menculik enam awaknya termasuk sang kapten, kepala petugas jaga, perwira tingkat dua, engineer tingkat dua, kepala kelasi, dan juru masak,” demikian tertulis dalam situs www.sguardian.com, kemarin.
Dalam artikel itu juga disebutkan serangan dilakukan delapan perompak. Mereka mendekati target dengan menumpang sebuah speedboat berwarna hitam.
Sebelum masuk ke perairan Nigeria, kapal Demeter telah berlayar dari Ibu Kota Equatorial Guinea, Malabo, ke Monrovia, Liberia.
Sebuah perusahaan komunikasi krisis yang menangani insiden di industri perkapalan, MTI Network, mengungkapkan serangan itu terjadi saat kapal memasuki pelabuhan Onne.
“Selain enam orang yang diculik, terdapat 12 awak kapal lainnya yang tidak dibawa para bajak laut. Mereka dalam kondisi sehat dan tidak terluka. Kini kapal Demeter sudah memasuki perairan yang aman,” ungkap MTI Network dalam sebuah pernyataan.
Insiden penculikan tersebut juga dipaparkan juru bicara Maritim Dryad, Ken Johnson. Kepada World Maritime News, Ken mengatakan sebuah kelompok bersenjata yang beranggotakan delapan bajak laut berhasil menaiki kapal kontainer setelah terlebih dahulu terlibat adu tembak.
Sehari sebelumnya, kelompok yang sama mencoba membajak sebuah kapal pemasok di perairan tersebut. Namun, usaha mereka gagal.
Di kesempatan terpisah, Peter Dohle Group menyatakan pihaknya tidak akan mengungkap identitas dan kewarganegaraan para awak kapal demi alasan keamanan.
Menurut Biro Maritim Internasional (IMB), terdapat sebanyak 121 insiden pembajakan di perairan internasional sepanjang 2017. Aksi para perompak termasuk penembakan dan percobaan penculikan.
Laporan IMB tersebut dibeberkan dalam sebuah tulisan yang terbit pekan lalu. Dalam laporan itu, antara lain disebutkan Teluk Guinea masih menjadi titik rawan terhadap serangan para bajak laut.
Sebaliknya, insiden serupa di wilayah perairan lain di dunia justru berkurang. ”Perairan Nigeria sangat berisiko,” kata Kepala IMB Pottengal Mukundan merujuk ke perairan di lepas pantai Negara Bagian Bayelsa, Pulau Bonny dan Port Harcourt.
Mukundan menambahkan, adanya laporan itu menunjukan tren peningkatan pembajakan dan penculikan meskipun masih banyak insiden yang belum disampaikan. (AFP/*/I-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved