Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

AS Desak Palestina Akui Israel Hamas Mengecam

20/10/2017 08:36
AS Desak Palestina Akui Israel Hamas Mengecam
(AFP/AHMAD GHARABLI)

GERAKAN Hamas mengecam Amerika Serikat (AS) yang telah mengintervensi secara terang-terangan urusan dalam negeri Palestina. Kecaman Hamas itu dilontarkan kemarin setelah utusan Presiden AS Donald Trump, Jason Greenblatt, menuntut pemerintahan persatuan Palestina melucuti senjata dan mengakui Israel.

“Ini adalah intervensi terang-terangan dalam urusan Palestina karena hak rakyat kita untuk memilih pemerintahannya sesuai dengan kepentingan strategis tertinggi mereka,” kata pejabat senior Hamas, Bassem Naim.

Dia menuduh Greenblatt melakukan negosiasi internasional dan tunduk pada tekanan pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. “Pernyataan ini mendapat tekanan dari pemerintah sayap kanan Netanyahu dan sejalan dengan pernyataannya dua hari yang lalu,” lanjut Naim.

Greenblatt mengeluarkan pernyataannya pada Kamis (12/10) dengan janji tidak akan bernegosiasi dengan pemerintah persatuan Palestina termasuk Hamas kecuali tuntutan tersebut dipenuhi.

“Setiap pemerintah Pales­tina harus secara tegas dan eksplisit berkomitmen pada tindakan nonkekerasan, ­mengakui negara Israel, menerima kesepakatan dan kewajiban sebelumnya di antara para pihak, termasuk melucuti teroris dan berkomitmen pada negosiasi damai,” ungkap Greenbalt. “Jika Hamas memainkan peran apa pun dalam pemerintahan Palestina, dia harus menerima persyaratan dasar ini,” tambahnya.

Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza dan pesaing mereka, Fatah, yang memimpin di Tepi Barat, telah mencapai kesepakatan rekonsiliasi pada pekan lalu di Kairo, Mesir. Dalam kesepakatan itu Hamas menyerahkan kontrol Jalur Gaza kepada otoritas Palestina yang diakui secara internasional pada 1 Desember.

Pembahasan juga mengharapkan adanya pembentukan sebuah pemerintahan persatuan setelah kedua kubu terpecah selama 10 tahun terakhir.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pimpinan Presiden Palestina Mahmud Abbas telah mengakui Israel, tapi tidak dengan Hamas yang masuk daftar hitam ­organisasi teroris oleh AS dan Uni Eropa.

Israel dan Hamas telah bertempur dalam tiga perang sejak 2008, dan Jalur Gaza berada di bawah blokade Israel selama lebih dari satu dekade. (AFP/Ire/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya