Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Akademisi AS: Serangan 9/11 Dikendalikan Kekuatan di Washington dan Tel Aviv

MICOM
23/8/2017 10:48
Akademisi AS: Serangan 9/11 Dikendalikan Kekuatan di Washington dan Tel Aviv
(Asap mengepul dari Menara Kembar di New York City, 11 September 2001. -- AP Photo)

RAKYAT Amerika Serikat mengenang bahwa peristiwa ambruknya gedung kembar WTC di New York pada 11 September 2001 akibat serangan teroris adalah tragedi nasional yang menorehkan luka mendalam.

Namun siapa di balik serangan teroris tersebut sesungguhnya hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan politisi ataupun akademisi serta para ahli di AS.

Adanya aggapan bahwa perencana serangan yang memanfaatkan pesawat terbang komersial AS ditabrakan ke gedung kembar itu dan menewaskan sekitar 3.000 orang tersebut dirancang teroris dari Afghanistan mulai diragukan.

Setidaknya argumentasi tersebut dikemukakan oleh Dr Kevin Barrett, seorang akademisi Amerika yang telah mempelajari peristiwa 9/11 sejak akhir 2003. Dia menyebutkan bahwa serangan teroris 11 September 2001 tidak direncanakan dan diarahkan dari Afghanistan, seperti yang diklaim oleh Presiden AS Donald Trump, baru-baru ini.

Sebaliknya, menurut Barrett, serangan tersebut diatur oleh unsur-unsur tertentu di Washington, DC dan Tel Aviv (Israel). Tentu ini sebuah pernyataan yang mengaggetkan sekaligus perlu dijadikan pembanding dari opini yang terlanjur terbangun sebelumnya.

"Ini Kudeta Zionis 9/11 dan dilakukan oleh kombinasi antara orang Israel dan Amerika neo-konservatif bersama dengan sayap kanan militer Amerika dan badan intelijen yang melepaskan kudeta ini di Amerika," ujar Barrett.

Dr Kevin Barrett, adalah salah satu pendiri Panel Ilmiah untuk Investigasi 9/11, menyampaikan pernyataannya tersebut dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Selasa (22/8) saat mengomentari sebuah pernyataan yang dibuat Trump pada hari Senin (21/8) saat berpidato tentang kebijakan AS mendatang di Afghanistan.

Berbicara dari Fort Myer, Virginia, Trump dalam pidatonya mengatakan "Konsekuensi dari jalan keluar yang cepat [dari Afghanistan] dapat diprediksi dan tidak dapat diterima. 9/11, serangan teroris terburuk dalam sejarah kita, direncanakan dan diarahkan dari Afghanistan karena negara tersebut diperintah oleh pemerintah yang memberi kenyamanan dan perlindungan kepada teroris. Penarikan (pasukan AS dari Afghanistan) yang tergesa-gesa akan membuat kekosongan kekuasaan dan teroris, termasuk ISIS dan Al Qaeda, akan segera mengisinya, seperti yang terjadi sebelum 11 September."

Mengomentari pidato Presiden AS tersebut, Baret mengatakan bahwa Trump baru saja mengantarkan AS ke sebuah rawa yang tak ada habisnya di Afghanistan.

"Alasan Trump adalah hal yang sama yang telah berlaku selama enam belas tahun terakhir ini, yaitu bahwa Afghanistan bertanggung jawab atas serangan di New York dan Washington pada tanggal 11 September 2001," kata Barrett.

Menurut Barrett pernyataan dalam pidato Trump tersebut berbeda dengan pernyataan yang dia sampaikan sebelum menjabat Presiden AS. Barrett ingat betul Trump pernah menyatakan skeptis bahwa Serangan 11 pasti diikuti oleh penggunaan bahan peledak.

Dia (Trump), ujar Barrett, mengatakan tidak mungkin pesawat (yang sengaja ditabrakkan ke Gedung pencakar langit WTC itu bisa menurunkan bangunan tersebut.

"Dan dia benar, seperti yang diketahui oleh para arsitek dan insinyur konstruksi," imbuh Barrett. Barrett mengungkapkan bahwa dia telah mewawancarai ribuan arsitek dan insinyur konstruksi yang mempertaruhkan karier dan reputasi mereka mengatakan bahwa apa yang terjadi pada tiga gedung pencakar langit, termasuk Gedung 7, pada 9/11, jelas-jelas penghancurannya dikendalikan oleh kekuatan yang sangat besar.

"Jadi narasi resmi tentang adanya pembajakan (pesawat terbang oleh orang-orang yang konon diperintahkan oleh seorang pria yang menjalani dialisis di sebuah gua di Afghanistan (Osamah bin Ladin) benar-benar menggelikan dan telah sepenuhnya terbantahkan," ujar Barrett lagi.

Namun sikap Trump tentang Afghanistan saat ini yang mengkaitkan dengan Serangan 11 September 2001 itu, menurut Barret bisa terjadi karena Trump telah dikendalikan oleh 'Deep State. "Trump jelas berada di bawah kendali unsur-unsur 'Deep State' yang membunuh tiga ribu orang Amerika dalam sebuah tindakan pengkhianatan tingkat tinggi pada 11 September 2001,"

Namun para pejabat AS masih menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh 19 teroris al-Qaeda meskipun banyak ahli telah mengajukan pertanyaan tentang akun resmi tersebut.

Para ahli percaya bahwa ada elemen 'liar' di dalam pemerintahan AS, seperti mantan Wakil Presiden Dick Cheney, mengatur atau setidaknya mendorong Serangan 9/11 untuk mempercepat perang AS dan memajukan agenda Zionis.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya