Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Energi Atom Iran menyatakan akan meningkatkan level uranium tingkat tinggi dalam waktu lima hari jika Amerika Serikat melepaskan diri dari kesepakatan nuklir pada Selasa (22/8).
"Jika kami memutuskan, paling dalam lima hari kami dapat memulai peningkatan 20% di Fordo (pabrik nuklir)," kata Ketua Organisasi Energi Atom, Ali Akbar Salehi.
"Tentu saja kita tidak ingin hal seperti itu terjadi karena kita berusaha keras untuk mencapai JCPOA (kesepakatan nuklir). Prioritas terbesar kami adalah mempertahankan JCPOA, tapi tentu saja bukan dalam segala situasi," tambahnya.
Salehi juga mengatakan pembatalan kesepakatan nuklir akan menjadi bumerang bagi AS yang berupaya menangani program atom Korea Utara. "Jika mereka membatalkan JCPOA, Korea Utara akan meragukan komitmen AS serta kredibilitas AS akan berantakan," imbuhnya.
Kesepakatan nuklir 2015 membuat pembatasan program nuklir Iran dengan Inggris, Prancis, Jerman, Tiongkok, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Pembatasan termasuk larangan pengayaan uranium tingkat tinggi.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran diizinkan untuk memperkaya uranium ke tingkat 3,5%, yang rendah dan dapat digunakan untuk menyalakan reaktor. Imbalan atas itu adalah pengurangan sanksi.
Respon Irak itu muncul setelah pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang berulang kali mengancam meninggalkan kesepakatan nuklir selama kampanyenya.
Tekanan semakin meningkat setelah Teheran melakukan uji coba rudal dan Washington memberlakukan sanksi baru lalu saling tuding melanggar kesepakatan. (AFP/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved