Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Saudi Buka Kembali Perbatasan Qatar Untuk Ritual Haji

Anastasia Arvirianty
17/8/2017 17:52
Saudi Buka Kembali Perbatasan Qatar Untuk Ritual Haji
(AFP)

RAJA Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud telah memerintahkan pembukaan kembali perbatasan dengan Qatar untuk para peziarah atau jemaah haji, meski ada sebuah krisis diplomatik besar yang mengguncang wilayah tersebut.

Pengumuman untuk membuka kembali perbatasan jamaah Qatari terjadi setelah Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menerima seorang utusan dari Doha, kata badan resmi Saudi Press Agency, dalam pertemuan tingkat tinggi pertama antara kedua negara sejak krisis meletus.

Raja telah mengizinkan masuknya jemaah Qatar ke Kerajaan Arab Saudi melalui perbatasan Salwa untuk melakukan ibadah haji, dan mengizinkan semua warga Qatar yang ingin masuk berhaji tanpa paspor elektronik.

Pasalnya, ibadah haji merupakan sebuah pilar Islam yang mampu dilakukan umat Islam setidaknya sekali dalam seumur hidup, akan berlangsung pada awal September.

Sebelumnya, penyeberangan perbatasan Salwa ditutup setelah wilayah Arab Saudi, serta Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab, memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar pada 5 Juni, dan menuduh Qatar memberikan dukungan pada kelompok ekstremis Islam. Qatar membantah tudingan tersebut.

Selain itu, Arab Saudi bulan lalu mengatakan warga Qatar yang ingin melakukan haji tahun ini akan diizinkan memasuki wilayah tersebut, namun memberlakukan pembatasan tertentu termasuk yang tiba dengan pesawat menggunakan maskapai penerbangan sesuai kesepakatan dengan Riyadh.

Raja Salman juga memerintahkan agar jet pribadi milik perusahaan penerbangan Saudi dikirim ke bandara Doha untuk membawa semua peziarah Qatar menggunakan biaya yang dikeluarkan oleh dirinya.

Pengumuman tersebut disampaikan setelah Pangeran Salman menerima telepon dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson, yang telah berusaha berulang kali untuk meredakan krisis regional.

Menanggapi hal ini, beberapa pengamat menilai sudah ada isyarat baik, meski krisis diplomatik masih jauh dari berakhir.

"Ini adalah isyarat baik terhadap orang-orang Qatar dan bukan sebuah terobosan dengan pemerintah Qatar," ujar Ali Shihabi dari yayasan yang berbasis di Washington Foundation mengatakan di Twitter, mengacu pada pembukaan kembali perbatasan.

Tidak ada reaksi resmi langsung dari Doha, namun ada warga Qatar menanggapi langkah tersebut di media sosial.

"Kami tidak membutuhkan yayasan amal (Saudi) itu. Hak Qatar untuk melakukan ziarah tidak diberikan sebagai amal dari raja," satu orang Qatar menulis di Twitter.

Arab Saudi dan sekutu Arabnya telah menutup hubungan udara, maritim dan darat dengan Qatar, dan menerapkan sanksi ekonomi, menuduh Doha mendukung "teroris" dan terlalu dekat dengan musuh regional Iran. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya