Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Iran Ancam Keluar Dari Kesepakatan Nuklir Jika AS Terapkan Sanksi Baru

Reuters/MIOL
15/8/2017 22:10
Iran Ancam Keluar Dari Kesepakatan Nuklir Jika AS Terapkan Sanksi Baru
(AFP)

PEMERINTAH Iran mengancam akan mengingkari perjanjian nuklir internasional yang mereka buat dengan segera jika Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru lagi Iran.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Iran Hassan Rouhani pada Selasa (15/8). "Jika Amerika ingin kembali ke pengalamannya (dengan menjatuhkan sanksi), maka Iran pasti akan kembali dalam waktu singkat - dalam posisi beberapa jam sebelum dimulainya negosiasi. Pernyataan Rouhani tersebut disampaikan pada sebuah sesi di parlemen yang disiarkan langsung di televisi pemerintah.

Rouhani mengatakan sanksi baru yang telah dipaksakan Amerika Serikat terhadap Iran melanggar kesepakatan yang telah mereka diraihnya pada 2015 dengan AS, Rusia, China dan tiga kekuatan Eropa lain di mana mereka sepakat untuk menghentikan program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sebagian besar sanksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, reaksi pemerintah AS yang diimplementasikan lewat kebijakan Departemen Keuangan AS, memberlakukan sanksi terhadap enam perusahaan Iran pada akhir Juli 2017 karena mereka dinilai berperan dalam pengembangan program rudal balistik setelah Teheran meluncurkan sebuah roket yang mampu menempatkan satelit ke orbit.

Dilanjutkan, pada awal Agustus, Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang sanksi baru mengenai Iran, Rusia dan Korea Utara yang disahkan oleh Kongres AS. Sanksi dalam RUU tersebut dilandasi dengan penilaian program rudal Iran dan pelanggaran hak asasi manusia.

Amerika Serikat memberlakukan sanksi sepihak setelah mengatakan bahwa uji coba rudal balistik Iran telah melanggar resolusi PBB. AS mengingatkan agar Teheran tidak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan rudal balistik yang mampu mengirimkan senjata nuklir, termasuk peluncuran yang menggunakan teknologi tersebut.

Namun demikian Iran membantahnya dan menjelaskan bahwa pengembangan rudalnya tidak melanggar resolusi PBB. Iran mengatakan rudal balistiknya tidak dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir.

"Dunia telah dengan jelas melihat bahwa di bawah Trump, Amerika telah mengabaikan kesepakatan internasional dan, selain merongrong (kesepakatan nuklir), telah melanggar ketentuan tentang kesepakatan Paris dan kesepakatan Kuba ... dan bahwa AS bukanlah mitra yang baik atau negosiator yang handal, " kata Rouhani.

Sebaliknya, Trump mengatakan pekan lalu bahwa dia tidak percaya bahwa Iran hidup sesuai semangat kesepakatan nuklir.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya