Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Pemimpin Merck Keluar dari Dewan Bentukan Trump

Antara
14/8/2017 23:27
Pemimpin Merck Keluar dari Dewan Bentukan Trump
(AFP PHOTO / SAUL LOEB)

LAGI, pemerintahan Presiden AS Donald Trump dijauhi oleh sosok yang dia pilih yang duduk di dewan penasihatnya. Pimpinan Perusahaan Merck & Co Kenneth
Frazier mengundurkan diri dari Dewan Manufaktur Amerika Serikat pada Senin (14/8) dan mengatakan bahwa dia bersikap menentang intoleransi dan ekstremisme.

Perkumpulan ratusan nasionalis kulit putih di Virginia pada Sabtu berubah mematikan ketika sebuah mobil menabrak sekelompok demonstran anti supremasi putih dan membunuh setidaknya satu orang.

Trump telah mengatakan "banyak pihak" terlibat, dan memantik kemarahan dari spektrum politik karena tidak secara spesifik menentang ekstrimis sayap kanan.

"Pemimpin Amerika harus menghormati pandangan fundamental kita dengan menolak secara jelas ungkapan kebencian, kefanatikan dan supremasi kelompok, yang bertentangan dengan cita-cita Amerika bahwa semua orang diciptakan sama," kata Frazier, seorang warga Amerika Afrika, dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan pengunduran dirinya.

"Sebagai pemimpin Merck dan sebagai soal hati nurani pribadi, saya merasa bertanggung jawab untuk bersikap menentang intoleransi dan ekstremisme," katanya.

Trump menanggapi dalam cuitannya, sekarang bahwa "Ken Frazier dari Farmasi Merck telah mengundurkan diri dari Dewan Manufaktur Presiden, dia akan memiliki lebih banyak waktu untuk MENURUNKAN KECURANGAN HARGA OBAT!"

Beberapa eksekutif dari perusahaan papan atas AS telah mengundurkan diri dari sejumlah dewan penasihat presiden untuk memprotes kebijakan Trump. Pemimpin Tesla Elon Musk dan Walt Disney Robert Iger meninggalkan Forum Kebijakan Strategik Presiden, sebuah kelompok penasihat bisnis, pada Juni

setelah Trump mengatakan akan menarik diri dari kesepakatan iklim Paris. Musk juga meninggalkan dewan manufaktur. Mantan Pemimpin Uber Technologies Travis Kalanick juga keluar dari dewan penasihat bisnis pada Februari di tengah tekanan dari para aktivis dan karyawan yang menentang kebijakan imigrasi pemerintah.

Gedung Putih mengatakan pada Minggu bahwa ucapan Trump yang mengecam kekerasan pada demonstrasi nasionalis kulit putih dimaksudkan untuk memasukkan kelompok Ku Klux Klan dan neo-Nazi.

Partai Demokrat dan Partai Republik mengkritik Trump karena menunggu terlalu lama untuk menangani kekerasan yang merupakan krisis domestik pertamanya sebagai presiden, dan gagal saat dia berbicara untuk secara eksplisit mengutuk demonstran supremasi kulit putih yang memicu huru-hara tersebut.

Trump pada hari Sabtu awalnya mengecam apa yang dia sebut "tampilan mengerikan dari kebencian, kefanatikan dan kekerasan di banyak sisi." Meski begitu, pada Minggu, Gedung Putih menambahkan: "Presiden mengatakan dengan sangat kuat dalam pernyataannya kemarin bahwa dia mengutuk semua bentuk kekerasan, kefanatikan, dan kebencian, dan tentu saja itu termasuk supremasi kulit putih, KKK, neo-Nazi, serta semua kelompok ekstremis. Dia memanggil kesatuan nasional dan membawa semua orang Amerika bersama-sama."(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya