Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Hong Kong tengah memantau sekitar 20 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di kota tersebut dari daftar 43 orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris ISIS.
Polisi menghubungi sebagian besar dari mereka yang masih berada di kota untuk wawancara. Seorang sumber menambahkan, dan mendapati mereka adalah simpatisan ISIS yang tidak memiliki hubungan langsung dengan kelompok tersebut.
Mereka mendukung ideologi religius ISIS tertentu, namun tidak menunjukkan niat keras. "Meski hanya simpatisan, polisi masih akan mengawasi mereka," kata sumber tersebut.
Penempatan pekerja dalam daftar pengawasan datang saat Institut Analisis Kebijakan untuk Konflik yang berbasis di Jakarta mengeluarkan sebuah laporan yang mengatakan bahwa sedikitnya ada 50 pekerja perempuan di Asia Timur yang ikut dalam kelompok diskusi ekstremis, dan 43 di antaranya bekerja di Hong Kong baik saat ini atau di masa lalu.
Sumber tersebut juga mengatakan bahwa polisi setempat telah saling bertukar intelijen dengan penegak hukum Indonesia sebelum meluncurkan penyelidikan untuk melacak para pembantu tersebut.
Studi yang dilakukan lembaga think-tank tersebut bercerita tentang tiga pekerja di Hong Kong - yang salah satunya dikatakan masih berada di kota - yang berkompetisi untuk mendapatkan pengakuan dari militan ISIS di Indonesia dan Suriah. Mereka menyediakan uang dan mengatur perjalanan ke Suriah untuk jihadis Indonesia, kadang melalui Hong Kong.
Menurut laporan tersebut, dari 50 pekerja rumah tangga yang diidentifikasi, empat bergabung dengan ISIS di Suriah, 16 kembali ke rumah dan banyak menikahi jihadis. Delapan orang dideportasi dari negara tuan rumah mereka atau dari Turki saat berusaha menyeberang ke Suriah.
Secara terpisah, diplomat Indonesia untuk Hong Kong Tri Tharyat menegaskan, salah satu tugasnya untuk menghentikan orang Indonesia dari radikalisasi merupakan prioritas sehari-hari. Dia mengklaim konsulatnya telah membentuk mekanisme kerja yang baik dengan pejabat Hong Kong untuk memerangi teror.
"Bagian saya adalah melakukan upaya terbaik untuk meminimalkan dan jika memungkinkan untuk memastikan nol orang Indonesia berafiliasi dan terpengaruh oleh kelompok ekstrimis," ujarnya.
"Fakta bahwa banyak pejuang teroris asing meninggalkan negara asalnya untuk Suriah dan Irak dapat menimbulkan ancaman bagi tanah air mereka dan negara-negara lain, terlepas dari lokasi mereka," katanya.
Tri juga memperingatkan adanya "lone wolves" atau individu yang melakukan serangan namun tidak berada di bawah orde kelompok teroris terorganisir.
Diplomat tersebut mengatakan bahwa setelah laporan think tank disampaikan, dia bertemu dengan para pengkhotbah dan pemimpin masyarakat Indonesia, organisasi non-pemerintah dan agen tenaga kerja. Dia mengaku semua sepakat mengenai kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran dengan menjangkau orang-orang Indonesia di kota.
Tri mengatakan bahwa dia mengatakan kepada agensi untuk memberi tahu pengusaha agar segera memberitahukan konsulat jika pelayan mereka bersikap mencurigakan.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved