Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Lagi, Trump Ancam Korut Berlakukan Tindakan Militer

Anastasia Arvirianty
13/8/2017 19:10
Lagi, Trump Ancam Korut Berlakukan Tindakan Militer
(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan mitranya dari Prancis berjanji untuk bekerja sama dalam denuklirisasi Korea Utara (Korut), namun Trump kembali mengancam kemungkinan melakukan tindakan militer yang suram jika langkah-langkah lain gagal.

"AS dan sekutunya siap untuk menerapkan berbagai langkah diplomatik, ekonomi dan militer untuk mengakhiri ancaman apapun" ujar Trump.

Hal tersebut menarik sebuah bantahan tajam dari Pyongyang, yang mengancam akan meluncurkan rudal ke Guam, sebuah wilayah AS di Pasifik Barat tempat sekitar 6.000 tentara Amerika berada.

Korut memiliki rudal jarak pendek yang bisa menyerang menyerang Guam, wilayah AS, serta rudal jarak jauh yang bisa mencapai Hawaii dan mungkin Pantai Barat AS. Rudal menengah dan jarak jauh masih terus dikembangkan dan masih dipertanyakan apakah mereka dapat menyerang target dengan andal.

Pejabat intelijen AS cukup yakin Korut dapat menempatkan sebuah hulu ledak nuklir pada sebuah rudal antarbenua yang bisa mencapai AS. Tapi para ahli tidak yakiakan kemampuan tersebut.

Hal ini semakin meningkatkan kemarahan Trump, dan telah membuatnya terlibat sepanjang minggu dalam perdebatan verbal dengan Korut mengenai program persenjataan dan misilnya. Ia terus memberi peringatan ke seluruh dunia, utamanya di Asia, dengan mengatakan bahwa Korut akan menghadapi kemarahan yang belum pernah terlihat dari dunia jika ingin terus mengancam AS.

Adapun, Gubernur Alaska Bill Walker mengatakan, dia tidak menganggap Korut dapat menyerang negara tersebut dengan hulu ledak nuklir sampai pada 2020 mendatang. Namun, melontarkan rumor tentang kemampuan rudal negara tersebut dan komentar Presiden Korut Kim Jong Un, ditambah dengan pernyataan Presiden Donald Trump, telah menyebabkan dia mengatakan bahwa negara perlu memperluas kehadiran militernya.

Kendati demikian, Walker mengakui, dia khawatir tentang ancaman Korut ke AS dan klaim negara Asia bahwa rudalnya bisa menyerang Alaska. "Tapi tidak ada yang bersembunyi di bawah meja. Kami sudah lebih awal mengambil langkah antisipasi, dan kami ingin memastikan bahwa negara dilindungi dengan baik dan segalanya," tambahnya.

Senator Alaska Lisa Murkowski menyetujui hal itu. Pasalnya, negara memiliki Radar Diskriminasi Jangka Panjang yang sedang dibangun. Ia mengatakan, pihaknya (AS) rajin membangun kualitas sistem pertahanan rudalnya. "Namun kita harus terus waspada - sekarang lebih dari sebelumnya mengingat ancaman yang meningkat."

Sehingga, terlepas dari ancaman tersebut, Murkowski mengatakan bahwa dia bangga dengan kemampuan dan kesiapan Alaska untuk bertahan. "Saya mendukung upaya pemerintah, sekutu dan negara lain di wilayah tersebut untuk meyakinkan Korea Utara agar meninggalkan ambisi nuklirnya," tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya