Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Tersulut Laporan Media, Trump Ancam Korut Lebih Keras

MIOL/AFP
09/8/2017 09:24
Tersulut Laporan Media, Trump Ancam Korut Lebih Keras
(Pesawat tempur Amerika Serikat yang terbang dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen, Guam untuk sebuah misi selama 10 jam, terbang di sekitar Kyushu, Jepang, Cina Timur Laut, dan semenanjung Korea pada Senin (7/8). -- AFP PHOTO/US Air Force/HO)

DI TENGAH upaya diplomasi yang dilakukan AS dengan merangkul China untuk menekan Korea Utara menghentikan pengembangan persenjata nuklir, Presiden Donald Trump sempat tersulut dengan berita yang menyatakan Korut berhasil mengadakan uji coba miniatur rudal nuklirnya.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Selasa (8/8) di klub golfnya di New Jersy AS, Presiden Trump mengeluarkan sebuah peringatan apokaliptik kepada Korea Utara. Trump mengatakan bahwa Korut akan menghadapi "api dan kemarahan" atas program rudalnya. Hal itu dikatakan Trump beberapa jam setelah media AS melaporkan bahwa Pyongyang telah berhasil mengujicoba miniatur hulu ledak nuklir.

"Korea Utara tidak melakukan ancaman lain terhadap Amerika Serikat. Mereka akan disambut dengan api dan kemarahan seperti dunia belum pernah melihat."

Peringatan Trump mengikuti sebuah laporan Washington Post yang mengutip sebuah analisis Badan Intelijen Pertahanan yang mengatakan bahwa para pejabat menganggap Korea Utara sekarang memiliki "senjata nuklir untuk pengiriman rudal balistik" - termasuk rudal balistik antarbenua.

Pentagon tidak mengomentari cerita tersebut, namun Washington Post mengatakan bahwa dua pejabat AS yang mengetahui analisis tersebut telah memverifikasi kesimpulan umum penilaian tersebut.

Kemajuan tersebut menunjukkan bahwa Korea Utara berada di jalur yang lebih jauh untuk memiliki rudal nuklir daripada yang sebelumnya telah mereka akui.

Para ahli sebelumnya mengatakan Korut butuh waktu dua atau tiga tahun lagi untuk mengembangkan ICBM berhu ledak nuklir. Tapi kalkulasi itu berubah setelah Pyongyang bulan lalu menguji dua ICBM.

Bahkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un mengatakan keberhasilan ujicoba ICBM merupakan hadiah bagi musuhnya yakni AS karena rudal tersebut memiliki jangkauan potensial untuk menghantam Alaska.

Roket kedua yang diuji minggu lalu terbang lebih lama lagi, dan beberapa ahli bahkan menyebutkan New York juga rentan dijangkau rudak Korut.

Trump mengatakan bahwa Kim "sangat mengancam di luar keadaan normal." "Seperti yang saya katakan, mereka akan disambut dengan api dan kemarahan dan, sejujurnya, kekuasaan," katanya kepada wartawan.

Ucapan Trump tersebut menandai meningkatnya rivalitas yang tajam dalam retorika dari Amerika Serikat kepada Korut. Komentar sebelumnya menyebutkan bahwa upaya AS akan difokuskan untuk menemukan solusi non-militer.

Juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Chris Logan mengatakan Amerika Serikat berusaha untuk melakukan denuklearisasi damai di Semenanjung Korea. "Kami tetap siap untuk membela diri dan sekutu kami dan menggunakan berbagai kemampuan yang ada sehubungan dengan ancaman yang terus meningkat dari Korea Utara," kata Logan.

Departemen Luar Negeri menolak untuk mengomentari laporan tersebut, namun Wakil Sekretaris Negara John Sullivan mengatakan bahwa departemen tersebut terus berupaya memastikan China dan negara-negara lain menerapkan sanksi baru bagi Korut agar mau mengentikan pengembangan senjata nuklirnya. "Kami tidak akan datang ke meja sampai Korea Utara berkomitmen untuk" menghentikan tes rudal mereka, kata Sullivan.

Post juga melaporkan bahwa penilaian intelijen lain memperkirakan bahwa Korea Utara sekarang memiliki hingga 60 senjata nuklir, lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

Berita bahwa Kim tampaknya telah menghasilkan sebuah hulu ledak nuklir kecil datang saat ketegangan internasional seputar program Pyongyang semakin meningkat.

Jepang, yang terletak di seberang laut dari Korea Utara dan merupakan sebagai salah satu negara yang ikut terancam terhadap program nuklir Korut mengakui telah mewaspadai selama beberapa dekade mengenai pengembangan rudal Pyongyang.

Tes ICBM terbaru memperlihatkan Korut telah berhasil mengirim rudalnya ke perairan di lepas pantai pulau Hokkaido di Jepang.

Korea Utara juga telah bersumpah bahwa sanksi baru PBB yang baru yang disepakati akhir pekan ini tidak akan menghentikan pengembangan senjata nuklirnya. Un sendiri juga masih menolak perundingan dan dengan marah dia mengancam akan membalas aksi sepadan terhadap Amerika Serikat yang telah menerapkan sanksi ekonomi kepada Korut.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya