Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
VIETNAM mendesak negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) lainnya untuk mengambil sikap yang lebih kuat melawan ekspansionisme Tiongkok di Laut Cina Selatan.
Vietnam pada Jumat (4/8) malam berusaha menyuarakan pendapat keras melawan Tiongkok. Menurut salinan draf yang diperoleh AFP, Vietnam melobi ASEAN untuk mengungkapkan keprihatinan serius atas konstruksi di laut, mengacu pada pengembangan pulau buatan Tiongkok di perairan yang disengketakan dalam beberapa tahun terakhir.
Vietnam juga menginginkan ASEAN untuk mendesak dalam pernyataan bahwa kode etik yang direncanakan untuk laut, dan mengikat secara hukum termasuk untuk Tiongkok, namun dilanggar oleh Negeri Tirai Bambu tersebut.
Tiongkok mengklaim hampir semua perairan strategis yang penting, termasuk perairan yang mendekati pantai Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei. Dalam beberapa tahun terakhir, negara dengan penduduk terpadat di dunia itu juga telah memperluas kehadirannya di laut dengan membangun pulau-pulau buatan, yang mampu menampung pangkalan militer.
Menanggapi permintaan Vietnam itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan, hal tersebut merupakan pembahasan yang masih berlangsung.
"Dalam perundingan, semua negara tentu menyampaikan posisinya masing-masing, termasuk Indonesia. Dari situ, negara-negara ASEAN akan berunding untuk mencari titik temu," ujar Arrmanatha saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (5/8).
Perdamaian ASEAN
Dalam pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN tersebut, juga dibahas terkait keamanan regional dengan Korea Utara (Korut) yang juga mendapat sorotan atas program nuklirnya.
Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi menegaskan, Indonesia mendorong perwujudan ASEAN bebas nuklir. Menlu Retno menyebutkan kontribusi ASEAN dalam perdamaian dan kestabilan di kawasan.
Ia juga menyoroti kesatuan dan sentralitas di kawasan ASEAN. Kedua isu penting ini harus tetap dijaga demi kelangsungan ASEAN.
"Selama ini, ASEAN telah berkontribusi kepada kawasan dalam wujud ekosistem yang damai, stabil, dan sejahtera," ujar Retno dalam pertemuan Pleno Menlu ASEAN, seperti dikutip dari Twitter resmi Kemenlu RI, Sabtu (5/8).
ASEAN, lanjutnya, juga telah terbukti secara konsisten menjadi motor penggerak perdamaian dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya. Namun, menurut Retno, bukan berarti ASEAN tidak memiliki tantangan, sebab memasuki usia 50 tahun, berbagai isu bisa mengancam stabilitas dan perdamaian di asosiasi negara Asia Tenggara itu.
Tantangan-tantangan itu harus dihadapi hingga ASEAN bisa terjaga bukan hanya 50 tahun ke depan tetapi hingga masa mendatang.
"Tantangan ASEAN 50 tahun ke depan, yakni persaingan geopolitis, kejahatan internasional terorganisasi dan agar masyarakat merasakan manfaat nyata ASEAN," tandas Menlu Retno. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved