Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Kedutaan Rusia di Suriah Dimortir, DK PBB Diam

Antara
05/8/2017 11:37
Kedutaan Rusia di Suriah Dimortir, DK PBB Diam
(AFP/ALAIN JOCARD)

RUSIA menyatakan kekecewaannya terhadap Dewan Keamanan (DK) PBB yang tidak mengutuk serangan baru-baru ini terhadap Kedutaan Besar Rusia di Ibu Kota Suriah, Damaskus. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan tindakan 'diam' tersebut bisa mendorong aksi teror baru.

"Ketidaksediaan untuk memperlihatkan solidaritas diplomatik kepada kami mesti tetap berada pada kesadaran delegasi ini. Yang paling mengganggu ialah ketidakmampuan Dewan Keamanan untuk mengutuk aksi teror mendorong mereka untuk melakukan provokasi baru dan perbuatan teror karena pelakunya
merasa kebal," kata Kementerian Luar Negeri Rusia, dalam satu pernyataan pada Jumat (4/8).

Rusia ujar pernyataan tersebut tidak ingin orang-orang kejam memiliki keyakinan bahwa seseorang di Dewan Keamanan mendukung mereka. Seperti diberitakan sebelumnya pada Rabu (2/8), Kedutaan Besar Rusia di Damaskus diserang mortir.

Serangan tersebut merupakan serangan ketiga dalam waktu satu bulan. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Ukraina, dengan menggunakan dalih mereka mengenai kurangnya informasi yang diperlukan, sekali lagi menolak usul Rusia untuk mensahkan rancangan standard agar Dewan Keamanan mengutuk serangan teroris.

Kementerian Rusia menegaskan aksi teror harus dikutuk secara global, dan tak boleh ada sifat mendua dalam penilaian mengenai serangan terhadap misi diplomatik.

Kedutaan Besar Rusia di Damaskus telah beberapa kali diserang dengan menggunakan bom sejak Moskow memulai keikutsertaan dalam operasi antiteror di Suriah pada September 2015. Rusia telah menarik sebagian besar tentaranya dari negara yang dicabik perang itu. Namun, Moskow masih mendukung misi kemanusiaan dan antiteror.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya