Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Ketegangan Masih Menghantui Al-Aqsa

Haufan Hasyim Salengke
28/7/2017 20:26
Ketegangan Masih Menghantui Al-Aqsa
(AFP/Jack GUEZ)

LAGI tentara Israel menembak mati seorang warga Palestina yang dituduh berusaha menusuk personel tentara Israel di utara Hebron di wilayah Tepi Barat yang mereka duduki. Pasukan Israel melaporkan kejadian tersebut, Jumat (28/7), sehari setelah Israel membongkar metal detektor di kompleks Masjid Al Aqsa yang memicu bentrokan antara pemerintah zionis Israel dengan warga Palestina.

Militer Israel mengatakan tidak ada tentara yang terluka dalam insiden di Gush Etzion Junction, sebuah persimpangan sibuk di selatan Jerusalem, itu.

Insiden terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintah Israel dan Palestina mengenai pembatasan diskriminatif di Masjid Al-Aqsa di Jerusalem Timur yang diduduki.

Di sisi lain, seorang pemrotes berusia 25 tahun dilaporkan meninggal akibat sejumlah luka serius yang ia derita. Kematian itu menambah banyak jumlah korban warga sipil Palestina setelah sebelumnya 4 warga dibunuh oleh tentara Israel dalam dua pekan terakhir ini akibat pembatasan diskriminatif di Masjid al-Aqsa.

Muhammad Kanan, yang telah ditembak di kepala tiga hari sebelumnya, meninggal Kamis (27/7) malam di sebuah rumah sakit di Kota Ramallah di Tepi Barat, wilayah yang diduduki zionis Israel,” kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Kanan telah bergabung dengan ribuan orang Palestina di jalanan untuk melakukan demonstrasi menentang pembatasan ekstra di kompleks Masjid Al-Aqsa, melancarkan protes di Hizma, kampung halamannya di dekat Jerusalem.

Tentara Israel dan polisi menindak demonstrasi yang berlanjut pada Jumat (28/7). Mereka membatasi orang-orang di bawah 50 tahun untuk salat Jumat di Al-Aqsa. Mereka juga menutup sejumlah pintu masuk kompleks suci.

Meski begitu pihak berwenang mengatakan bahwa prosesi salat Jumat di salah satu tempat suci utama di Jerusalem berakhir tanpa insiden.

Firas Dibs, seorang pejabat dari badan keagamaan Yordania yang mengelola situs suci, mengatakan puluhan ribu orang menghadiri salat Jumat.

Sejak gelombang kekerasan terakhir meletus pada 2015, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 256 warga Palestina, sebagian besar diklaim oleh Israel sebagai penyerang.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya