Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Palestina akhirnya mengakhiri boikot yang sudah berlangsung dalam dua pekan terakhir dan akan kembali beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa setelah Israel kemarin mencabut sistem pengamanan terbaru yang kontroversial berupa alat pendeteksi logam, kamera pengawas, dan pagar besi di kawasan tersebut.
“Kita akan dapat menunaikan salat di dalam kompleks (Al-Aqsa),” ujar pejabat senior Otoritas Wakaf, Abdel-Azeem Salhab.
Otoritas Wakaf merupakan badan di bawah naungan pemerintah Yordania dan mengurus kegiatan di Al-Aqsa, Jerusalem Timur.
Saat pekerja Israel mencopot instalasi keamanan, ratusan warga Palestina berkumpul lalu membunyikan peluit dan klakson kendaraan mereka untuk merayakannya.
Para pemuda Palestina menyulut kembang api dengan diawasi secara ketat oleh pasukan Israel. Seorang di antara pemuda itu, Firas Abasi, mengaku sangat senang atas ‘kemenangan’ tersebut.
“Tidak ada yang bisa tidur dalam 12 hari terakhir. Kami semua memikirkan soal Masjid Al-Aqsa,” ujarnya.
Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, mendukung seruan pemuka agama agar warga kembali beribadah di dalam kompleks. “Insya Allah ibadah salat akan dilaksanakan di dalam Masjid Al-Aqsa,” ujar Abbas pada konferensi pers, kemarin.
Ulama senior di Jerusalem, Mohamed Hussein, mengatakan tuntutan rakyat Palestina ialah masuk secara bebas ke Masjid Al-Aqsa dari semua pintu dan tanpa pembatasan usia.
Israel mengklaim perlu memasang pengawas dan detektor logam di Al-Aqsa setelah terjadinya insiden serangan pada 14 Juli. Tindakan Israel itu memicu kemarahan warga dan otoritas Palestina yang menganggapnya sebagai pelanggaran batas kontrol oleh Israel atas situs suci tersebut. Mereka juga menyebut tindakan itu sebagai bentuk hukuman kolektif. (AFP/Ant/Hym/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved