Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia menyatakan Israel harus mengembalikan situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa di Jerusalem Timur ke status quo dan juga mengusulkan pembentukan perlindungan internasional untuk menjamin keamanan masyarakat Palestina dalam beribadah.
“Komunitas internasional dapat menggali opsi-opsi untuk memastikan Kompleks Masjid Al-Aqsa tetap mendapat pengawasan dan perlindungan internasional PBB sehingga seluruh jemaah dapat melaksanakan kegiatan ibadah dengan harmonis dan damai,” ujar Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Triansyah Djani, dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Palestina dan Timur Tengah di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (25/7).
“Indonesia tidak dapat menerima penggunaan kekerasan dan tidak dapat menoleransi kekerasan sistemik serta pelanggaran terhadap hak-hak dasar bangsa Palestina, termasuk hak menjalankan ibadah keagamaan,” tambah Djani.
Menurut dia, sikap Indonesia tegas bahwa 50 tahun pendudukan Israel terhadap Palestina sudah terlalu lama.
“Masyarakat internasional tidak bisa menunggu 50 tahun lagi untuk kebebasan Palestina,” ungkap Triansyah.
Pernyataan wakil Indonesia di Dewan Keamanan PBB itu juga merupakan manifestasi dari pengarahan Menlu Retno Marsudi kepada para duta besar negara-negara anggota OKI di Jakarta, Selasa (25/7).
Hal senada disampaikan Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa situasi harus dikembalikan ke status quo seperti sebelum peristiwa 14 Juli 2017. “Takkan ada perubahan dalam posisi Palestina,” kata Abbas dalam pertemuan darurat di Ramallah, Palestina, kemarin.
Menurut kantor berita Xinhua yang mengutip laporan kantor berita Palestina, WAFA, pertemuan itu dihadiri pejabat dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Partai Fatah, dan unit keamanan Palestina.
“Semua tindakan yang dilakukan terhadap Masjid Al-Aqsa setelah 14 Juli mesti dibatalkan dan diakhiri. Situasi di Jerusalem harus kembali normal, lalu kami akan melanjutkan hubungan dengan Israel,” kata Abbas.
Demonstrasi berlanjut
Warga Palestina kemarin tetap berdemonstrasi sebagai protes terhadap Israel meski negeri Yahudi itu telah mencopot detektor logam di Kompleks Masjid Al-Aqsa.
Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah menyatakan tidak dapat menerima tindakan Israel mengganti detektor logam dengan metode lain seperti kamera pengawas.
“Kami menolak semua hambatan yang menghalangi kebebasan beribadah dan kami menuntut kembalinya situasi ke kondisi sebelum 14 Juli,” tegas Hamdallah.
Para pakar politik mengatakan kamera pengawas merupakan ancaman yang jauh lebih besar bagi orang-orang Palestina dan menjadi pelanggaran lain oleh Israel terhadap hukum internasional.
“Kamera-kamera tersebut akan dapat mendeteksi wajah dan identitas, dan itu berarti Israel memberlakukan kontrol penuh atas wilayah Al-Haram al-Sharif,” kata analis politik Khalil Shaheen.
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam untuk mengunjungi dan melindungi Jerusalem.
Bagi Erdogan, tindakan Israel mencabut detektor logam di Kompleks Masjid Al-Aqsa dinilai belum cukup untuk meredakan ketegangan. (AFP/Aljazeera/Ant/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved