Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

RI Serukan Soliditas OKI untuk Masjid Al-Aqsa

Ire/Deo/Nur/X-6
26/7/2017 06:10
RI Serukan Soliditas OKI untuk Masjid Al-Aqsa
(Menlu Retno Marsudi berbincang dengan dubes negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) seusai mengadakan pertemuan untuk menghentikan kekerasan di Masjid Al-Aqsa, di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, kemarin. -- ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

MENLU RI Retno Marsudi menegaskan pentingnya soliditas negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam menyikapi perkembangan di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Jerusalem Timur, Palestina.

Dalam sesi taklimat dengan delegasi-delegasi negara anggota OKI di Jakarta, kemarin, Menlu menyampaikan pesan bahwa Indonesia tidak bisa berdiam diri dan harus melakukan sesuatu untuk mencegah atau menghentikan semua kekerasan di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Indonesia berharap negara-negara anggota OKI lainnya melakukan hal yang sama.

Pemerintah Indonesia juga meminta negara-negara anggota OKI menyampaikan hal itu ke ibu kota masing-masing. “Dalam briefing juga disampaikan berbagai macam upaya diplomasi Indonesia sejak pekan lalu baik lewat telepon, surat, dan lainnya baik secara bilateral maupun internasional,” jelas Retno.

Menlu juga menanggapi pencopot­an detektor logam oleh Israel yang dilaporkan berlangsung kemarin. “Saya minta ke dubes kita di sana untuk mencari informasi kembali apa ada barrier dalam bentuk lain yang kemudian dipakai untuk mengganti metal detector. Saya masih menunggu informasi dubes kita di Amman,” tambahnya.

Dilaporkan, untuk memasuki kompleks tersebut, masih diterapkan pemeriksaan badan dan terpasang kamera pintar. Indonesia yang memegang prinsip akses bebas untuk beribadah menolak bila hal itu juga dilakukan.

Pada bagian lain, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengecam aksi brutal tentara Israel terhadap warga Palestina yang hendak beribadah di Masjid Al-Aqsa. Menurut Din, tindakan tentara Israel itu mengusik rasa kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, selaku Presiden International Humanitarian Law, ia telah mengirimkan surat kepada Sekjen Inter-Parliamentary Union, Senin (24/7), untuk segera mengambil tindakan terkait dengan situasi di Palestina. (Ire/Deo/Nur/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya