Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia terus mendorong pemulihan hak beribadah bagi umat Islam di kompleks Masjid Al-Aqsa, Jerusalem timur, Palestina. Hingga berita ini diturunkan tadi malam, Masjid Al-Aqsa masih dipasangi detektor logam oleh pemerintah Israel menyusul penembakan terhadap dua polisi Israel dalam bentrokan berdarah pada 14 Juli lalu.
"Kita bergerak kepada hal teknis, terutama mengenai masalah pemulihan hak-hak beribadah. Karena itu, menjadi concern kita menyusul dibatasinya hak-hak beribadah umat Islam di Masjid Al-Aqsa," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, tiga orang Arab-Israel bersenjata senapan otomatis dan pisau dilaporkan menembak mati dua petugas kepolisian yang bertugas di sana. Para pelaku kemudian melarikan diri ke Masjid Al-Aqsa dan Kubah Shakhrah sebelum ditembak petugas keamanan (lihat grafik).
Israel berdalih pemasangan detektor logam sebagai upaya meng-antisipasi hal serupa terjadi. Namun, Israel juga membatasi umat Islam yang hendak beribadah di Masjid-Al Aqsa.
Retno menambahkan, ia telah menghubungi sejumlah menteri luar negeri negara sahabat guna membahas memanasnya situasi. Ia juga menghubungi Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI) Yousef Al-Othaimeen guna mendorong OKI untuk menggelar pertemuan khusus menyikapi situasi itu.
Di bagian lain, Jason Greenblatt, utusan utama Presiden AS Donald Trump, kemarin, dilaporkan berangkat ke Israel untuk meredakan ketegangan di Masjid Al-Aqsa.
Di lain pihak, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dilaporkan memerintahkan penghentian semua hubungan resmi dengan Israel sampai detektor logam di kawasan Masjid Al-Aqsa itu dibongkar.
PM Israel Benjamin Netanyahu juga memimpin sidang kabinet, kemarin. Menteri Pembangunan Daerah Israel Tzachi Hanegbi menyatakan detektor logam akan tetap dipasang di Masjid Al-Aqsa. "Pembunuh tidak akan memberi tahu bagaimana melacak mereka," kata Hanegbi. (Deo/AFP/AP/Ire/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved