Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Indonesia Desak OKI Segera Bahas Situasi Al Aqsa

Achmad Zulfikar Fazli
24/7/2017 20:46
Indonesia Desak OKI Segera Bahas Situasi Al Aqsa
(AFP PHOTO / AHMAD GHARABLI)

PEMERINTAH telah berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Yusuf Al-Utsaimin. Dalam komunikasi itu, pemerintah mendorong OKI agar segera bersidang membahas masalah kekerasan di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur.

"Kita berkomunikasi dengan Sekjen OKI untuk menyampaikan pesan mengenai concern Indonesia. Jadi yang lebih penting adalah kita meminta agar segera dilakukan special session, pertemuan para menteri OKI khusus membahas situasi Al Aqsa," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/7).

Retno juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Menlu Turki membahas masalah ini. Menurut informasi yang dia dapat, OKI akan bersidang pekan depan.

Menurut dia, pemerintah sangat berupaya agar OKI segera bersidang untuk membahas insiden Al Aqsa. Terlebih, Indonesia sejak menjadi tuan rumah KTT pada 2015, sudah secara khusus membahas masalah Palestina termasuk situasi di sekitar Yerusalem Timur.

"Dari situ kita ingin dorong lagi, misalnya isu mengenai international protection. Ini adalah isu yang sangat penting yang perlu dilakukan agar situasi semacam ini tidak terjadi lagi di masa mendatang. Saya perlu komunikasi dengan banyak pihak, sehingga kita sekarang tinggal menunggu tanggal kapan OKI akan bersidang," ujar dia.

Dalam konteks PBB, kata dia, pemerintah juga sudah melakukan banyak sekali hal, termasuk berbicara dengan Menlu Amerika Serikat. Dalam pertemuan itu, Menlu menambahkan, pihaknya berbicara masalah yang menjadi concern Indonesia dan concern bersama AS.

Selain itu, Retno juga menyinggung soal kecaman Indonesia terhadap pembatasan beribadah di Masjid Al Aqsa. Pemerintah, kata dia, meminta AS dapat mendesak Israel agar eskalasi tidak terjadi.

Retno menambahkan, pihak juga terus berkomunikasi dengan pemerintah Yordania. Menurut dia, komunikasi dengan sejumlah negara ini dilakukan untuk mengembalikan hak-hak umat muslim beribadah di Masjid Al Aqsa.

"Sekarang kita bergerak yang lebih teknis, yaitu pemulihan hak-hak beribadah karena itu yang menjadi concern kita, (masalah) dibatasinya hak-hak beribadah umat muslim di Al Aqsa pada saat ini," pungkas dia. (MTVN/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya