Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Penyelidikan Mueller Buat Gedung Putih Waswas

Anastasia Arvirianty
24/7/2017 07:45
Penyelidikan Mueller Buat Gedung Putih Waswas
(AFP/ ALEX WONG)

JAKSA penuntut independen yang menyelidiki skandal Rusia Robert Mueller, selama dua bulan terakhir, telah bekerja dengan diam-diam di sebuah gedung perkantoran pemerintah yang tidak mencolok di pusat Kota Washington. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mantan direktur FBI itu membuat para penghuni Gedung Putih mulai kehilangan kepercayaan diri mereka, terutama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menjadi subyek utama penyelidikan. Setelah menolak penyelidikan selama berbulan-bulan dan menilai hal itu sebagai hal konyol dan berita palsu, Trump mengungkapkan kekhawatirannya pada minggu ini, sambil menyerang pengadilan dan Jaksa Agung Jeff Sessions karena penyelidikan tersebut.

Targetnya secara khusus ialah Mueller. Aksi Trump itu jelas. Dia bermaksud melemahkan dan mendiskre-ditkan orang yang bisa menjatuhkan dirinya. Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, Trump mengeluh bahwa setelah dia mewawancarai Mueller untuk menggantikan kepala FBI yang dipecat, James Comey, Mueller malah memilih tawaran untuk menyelidiki skandal Rusia tersebut. "Keesokan harinya, dia ditunjuk sebagai penasihat khusus. Saya katakan, ada apa ini? Bicara tentang konflik? Saya tidak melakukan kesalahan apa pun, penasihat khusus seharusnya tidak ditunjuk dalam kasus ini," ujar Trump yang menyebut penyelidikan tersebut dengan julukan 'perburuan penyihir'.

Mueller telah membangun sebuah tim yang terdiri dari lebih dari selusin penyidik tangguh, termasuk seorang ahli dalam menginterogasi saksi mafia, spesialis pencucian uang yang mengejar miliarder korup, dan salah satu hakim agung yang paling berpengalaman di AS. Sejak Mei lalu, mereka diam-diam mewawancarai saksi dan mengumpulkan dokumen untuk menentukan apakah ada hubungan antara para pembantu kesuksesan besar kampanye Trump, anggota keluarganya, atau kemungkinan presiden sendiri, dengan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016.

Menurut laporan, Mueller melakukan penyelidikan dan analisis terhadap bisnis realestate Trump di masa lalu dan melihat bagaimana pengembalian pajaknya, serta kemungkinan pencucian uang oleh pembantu kampanye, sumpah palsu, dan penghalang keadilan, dan kemungkinan kejahatan lainnya. Penyelidikan tersebut telah melampaui ajudan kampanye ke lingkaran dalam Trump, termasuk putra Donald Trump Jr dan menantu Trump, Jared Kushner.

Brigade pengacara
Untuk menghalau tuduhan tersebut, Gedung Putih telah merekrut brigade pengacara sendiri dengan keahlian dalam hukum konstitusional, pembelaan pidana, dan sanggahan serangan balik menggunakan 'media berdarah dingin'. Mereka pun menuduh tim Mueller berlaku bias terhadap lawan terpilih Trump, Hillary Clinton, dan telah menyanggah sejauh mana penyelidikan tersebut. Laporan media mengatakan tim hukum Trump telah mempelajari kemungkinan dia mengeluarkan pengampunan untuk melindungi mereka yang berada di garis bidik Mueller.

Sebab, dalam cuitannya di media sosial Twitter pada Sabtu (22/7) pagi, Trump membual tentang 'kekuatan penuh untuk mengampuni' yang dimiliki Presiden AS. Pengamat pun mengatakan tim Trump sedang meletakkan dasar untuk 'menghapus' Mueller.
(AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya