Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Popularitas Macron Merosot

(AFP/Ire/I-2)
24/7/2017 07:30
Popularitas Macron Merosot
(AFP PHOTO / Anne-Christine POUJOULAT)

JAJAK pendapat Ifop yang digelar surat kabar Journal du Dimanche menunjukkan popularitas Presiden Prancis Emmanuel Macron menurun 10 poin setelah mencapai 64% pada bulan lalu. Hasil itu diperoleh dari jajak pendapat yang dilakukan terhadap 1.947 orang dewasa pada 17-22 Juli dan diumumkan pada Minggu (23/7). Awalnya, Macron memulai kiprahnya di panggung dunia dengan kuat dan memenangi mayoritas solid di parlemen serta bebas masalah dalam tiga bulan kepemimpinannya.

Lalu dia dikritik luas setelah mengeluarkan kebijakan pemotongan anggaran yang diakhiri dengan pengunduran diri seorang kepala militer yang sangat dihormati. Pemimpin berusia 39 tahun tersebut juga mendukung undang-undang kontroversial yang memperkuat undang-undang keamanan Prancis yang dipandang kejam oleh beberapa kelompok hak asasi manusia. Mayoritas dukungan yang diraih Macron di parlemen juga menjadi sorotan dengan lawan politik dan media massa mengungkapkan kekhawatiran adanya konsentrasi kekuasaan pada presiden.

Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe juga mengalami penurunan dukungan sebesar delapan poin setelah sebelumnya 56% warga Prancis mendukungnya. Macron, presiden termuda sepanjang sejarah Prancis itu, berusaha memproyeksikan citra berwibawa sejak menjabat pada Mei lalu dan dengan jelas menunjukkan hal itu saat berselisih dengan kepala militer bahwa dia tidak akan tinggal diam melawan mereka yang membangkang.

Surat kabar liberal Prancis menuding perilaku Macron sedikit otoriter dan merupakan tanda bahwa dia mabuk kekuasaan. Sebagai pendatang baru politik yang meraih kemenangan dengan memanfaatkan ketidakpuasaan terhadap politisi arus utama, Presiden Prancis tersebut menikmati bulan madu dengan meraih pujian karena dianggap bisa berdiri sejajar dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya