Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Oposisi Siapkan Demonstrasi Besar

(AFP/AP/Ire/I-1)
24/7/2017 06:46
Oposisi Siapkan Demonstrasi Besar
(AFP/RONALDO SCHEMIDT)

KELOMPOK oposisi Venezuela, Sabtu (22/7), menyerukan demonstrasi besar-besaran kembali untuk menentang rencana Presiden Nicolas Maduro merekonstruksi konstitusi yang akan memberinya kekuasaan lebih luas. "Kami memanggil seluruh rakyat (Venezuela), semua kelompok masyarakat, untuk demonstrasi selama 48 jam pada Rabu (26/7) dan Kamis (27/7)," seru anggota parlemen, Simon Calzadilla. Hingga Sabtu (22/7), kelompok oposisi masih menggelar demonstrasi antipemerintah.

Calzadilla mengatakan aksi protes akan mencapai puncaknya pada Jumat (28/7) dengan tuntutan kepada Maduro untuk membatalkan rencana voting rekonstruksi konstitusi itu di Majelis Konstituante pada 30 Juli nanti. Sebelumnya, polisi bersepeda motor dari Garda Nasional menembakkan gas air mata untuk memecah kelompok oposisi, Democratic Unity Roundtable, yang menggelar unjuk rasa di jalan utama Caracas menuju Mahkamah Agung pada Sabtu (22/7) dengan tuntutan Maduro mundur.

Aksi protes terhadap pemerintah yang telah berlangsung sejak April lalu itu tetap tidak menyurutkan ribuan demonstran untuk turun ke jalan, meski pasukan keamanan terus dikerahkan dan telah menewaskan sedikitnya 100 orang. Selain untuk memprotes pemerintah, demonstrasi tersebut juga ditujukan sebagai dukungan kepada 33 hakim tinggi, yang disebut juga Mahkamah Agung bayangan, yang diajukan oposisi untuk menggantikan hakim-hakim pengadilan tinggi yang saat ini diisi orang-orang Maduro.

Hakim-hakim tersebut dinilai kerap membuat keputusan yang menguntungkan Maduro. Mereka juga diangkat secara tergesa-gesa menjelang partai pendukung Maduro, Partai Sosialis Bersatu Venezuela, kehilangan mayoritas di kongres. "Setiap orang telah memberikan dukungan mereka kepada Mahkamah Agung yang baru. Kami mendukung hakim baru karena mereka akan mengembalikan kemerdekaan ke Mahkamah Agung," seru pemimpin kongres dari oposisi, Freddy Guevara melalui Twitter.

Wuilly Arteaga, selebritas violis, menjadi korban dari serangan gas air mata itu. Darah mengalir dari bagian kiri wajahnya setelah ia mendapat pukulan keras. "Mereka tidak akan menakuti saya. Kami akan terus berjuang," kata Arteaga lewat unduhan videonya di Twitter.

Sementara itu, Majelis Nasional yang dikuasai oposisi melaporkan melalui Twitter bahwa badan intelijen Venezuela telah menangkap seorang hakim bayangan, Angel Zerpa Aponte. Pengambilan sumpah hakim bayangan yang dilakukan oposisi dikecam pemerintah. Mereka menyebutnya sebagai aksi memicu subversi dan aksi pengkhianatan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya