Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGARA demokrasi termuda di Asia, Timor Leste, menggelar pesta demokrasi untuk memilih anggota parlemen. Sekitar 760 ribu warga memberikan suara mereka, kemarin.
Pemilihan parlemen itu merupakan yang pertama sejak pasukan penjaga perdamaian PBB keluar dari negeri itu pada 2012. Hajatan akbar tersebut berlangsung di saat negara menghadapi persoalan ekonomi berat setelah 15 tahun merdeka dari Indonesia.
Sebanyak 1.118 tempat pemungutan dibuka pada pukul 07.00 hingga pukul 15.00 waktu setempat. Pemilihan kali ini diikuti 21 partai untuk menetapkan 65 anggota parlemen. Agar dapat mengendalikan parlemen secara mutlak, partai yang bertarung harus memenangi 33 kursi.
Partai pemenang atau koalisi partai yang menguasai kursi mayoritas di parlemen akan menetapkan perdana menteri baru. Di Timor Leste, roda pemerintahan dijalankan perdana menteri.
Presiden hanya berperan secara seremonial. Meski begitu, presiden memiliki wewenang penuh menjaga perdamaian, terutama di saat politisi terlibat konflik. Sejumlah analis memperkirakan dua partai, CNRT (National Council of Timorese Resistance), pemilik 30 kursi di parlemen saat ini, dan Partai Fretilin (Revolutionary Front for an Independent East Timor) yang menguasai 25 kursi, sebagai kandidat terkuat.
Saat mengomentari pemilihan parlemen, pemimpin CNRT, Xanana Gusmao, optimistis partainya menang dan memperoleh mayoritas kursi untuk menghindari pembentukan koalisi dengan partai lain.
"Partai ini memiliki harapan tinggi untuk menang," kata Xanana.
Meski begitu, para analis mengingatkan peluang Partai Pembebasan Rakyat (Liberation) menjadi kuda hitam.
Partai baru yang dipimpin mantan presiden dan pejuang gerilya Taur Matan Ruak itu diprediksi menjadi kekuatan penting dalam pemilihan kali ini.
Presiden Timor Leste, Francisco Guterres, menyampaikan rasa bangganya atas pelaksanaan pesta demokrasi tersebut. "Saya bangga sebagai presiden dapat memastikan pemilihan berjalan dengan damai dan kita telah membentuk negara demokratis," ungkapnya.
AFP/Ihs/I-4
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved