Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Jerusalem Memanas, Korban Bertambah

23/7/2017 10:30
Jerusalem Memanas, Korban Bertambah
(AFP/GALI TIBBON)

KAWASAN Tepi Barat dan Jerusalem kembali memanas, Jumat (21/7). Seorang warga Palestina menyerang empat warga Israel yang mengakibatkan tiga di antaranya tewas.

Menurut polisi Israel, pelaku masuk ke sebuah rumah di permukiman Yahudi, Neve Tsuf, Tepi Barat. Pelaku yang diidentifikasi sebagai warga Palestina berusia 19 tahun itu ialah pendukung kelompok Hamas.

"Dia melompati pagar permukiman, masuk ke rumah warga dan menusuk empat warga Israel saat makan malam Sabat," kata petinggi polisi Israel. Akibat serangan itu, seorang manula pria dan dua anaknya tewas serta seorang perempuan tua terluka.

Insiden itu menambah panjang daftar korban tewas pascabentrokan antara pasukan Israel dan warga Palestina yang meletus akibat keputusan Kementerian Israel menolak memindahkan detektor logam di pintu masuk Masjid Al-Aqsa, kompleks Haram al-Sharif. Saat bentrokan, tiga warga Palestina tewas di tangan pasukan Israel.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, ketiganya tewas karena ditembak polisi Israel di wilayah A-Tur, Jerusalem Timur. Kelompok Bulan Sabit Merah Palestina merilis jumlah korban terluka pascabentrokan sebanyak 391 orang.

Pihak Israel menyebutkan bentrokan meletus di Abu Dis. Sebanyak lima anggota polisi menderita luka ringan akibat terkena lemparan batu dan kembang api. Saat menghadapi warga Palestina, polisi Israel menangkap 29 orang di Jerusalem dan Tepi Barat.

Dalam merespons insiden di Al-Aqsa, Presiden Joko Widodo (Jokowi), kemarin, melontarkan kecaman keras terkait pembatasan beribadah yang diberlakukan Israel di masjid itu.

"Indonesia mengecam keras. Sekali lagi, Indonesia mengecam keras pembatasan beribadah di Masjid Al-Aqsa. Indonesia juga mengecam keras jatuhnya 3 korban jiwa yang baru saja saya mendapatkan informasinya," kata Jokowi seusai meletakkan batu pertama pembangunan Museum Muhammadiyah di Universitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta.

Selain mengecam, pemerintah Indonesia meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menginstruksikan kepada Dewan Keamanan PBB menggelar sidang menyikapi insiden di kompleks Masjid Al-Aqsa. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia telah mengeluarkan pernyataan serupa.

Kemenlu secara tegas menolak segala aksi kekerasan dan pelanggaran hak-hak asasi manusia yang terjadi di Al-Aqsa. Selain itu, Kemenlu meminta semua pihak untuk menahan diri.

"Indonesia telah mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dapat segera melakukan pertemuan darurat untuk membahas situasi di kompleks Al-Aqsa," demikian pernyataan Kemenlu. AFP/Ihs/Nur/AU



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya