Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TEWASNYA pemimpin kelompok ekstremis Islamic State (IS) Abu Bakr al-Baghadadi tidak serta merta menjadikan terorisme hilang begitu saja. Sebab, IS telah menyebarluaskan paham dan ajaran mereka ke negara-negara lain, termasuk Asia Tenggara.
Hal itu disampaikan oleh pengamat terorisme Smith al-Hadar saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (12/7). Smith berpandangan penyebaran ke negara-negara lain tersebut juga merupakan kesadaran dari IS bahwa mereka sedang tertekan di Mosul dan Raqa, sehingga mereka mencari negara baru untuk dijadikan basis.
Ditambah lagi, adanya cabang IS di negara Islam lain, serta 200 anggota mereka yang sudah kembali ke kampung halaman untuk menyebarkan paham terorisme.
"Karena itu saya mendukung kebijakan dua arah yang diterapkan pemerintah, yakni hard power dan soft power. Namun, akan lebih baik jika UU Antiterorisme diperbaharui, sehingga memungkinkan otoritas untuk menindak apabila seseorang terbukti berniat melakukan aksi terorisme. Ini tindakan preventif," cetus Smith.
Adapun, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan, kekuatan IS mungkin akan semakin melemah, terlihat ketika Mosul dan Raqa berhasil diambil alih dari tangan kelompok ekstrem tersebut. Kendati demikian, ia mewanti-wanti adanya kemungkinan serangan sporadis.
"Yang dikhawatirkan, mereka panik tidak memiliki pemimpin sehingga akan bergerak secara sporadis atau orang-perorang, menggunakan senjata apapun yang mereka miliki. Yang model seperti ini lebih berbahaya sebab lebih sulit terdeteksi," tutur Ansyaad saat dihubungi, Selasa (11/7).
Selain itu, ia menilai, meski pemimpin IS tersebut sudah tewas, bukan berarti aksi terorisme berhenti. Ia mencontohkan, ketika Osama Bin Laden tewas, tidak serta merta menghentikan terorisme, malah muncul organisasi-organisasi ekstrem lain yang serupa.
Sehingga, lanjutnya, yang mesti dipahami saat ini, bahwa yang diperangi dan ditumpas adalah aksi terorisme.
Namun, ia mengimbau agar kekhawatiran tersebut tidak menjadi hal yang ditakuti oleh masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus terus menyuntikkan rasa optimisme agar masyarakat tidak diliputi ketakutan.
"Sebab jika masyarakat takut, maka terorisme akan menang," tandasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved