Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI banyak politikus, hukuman penjara berarti tanda akhir dari karier politik mereka.
Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi anggota parlemen Celso Jacob.
Dari penjara tempatnya mendekam, dia masih datang setiap hari ke gedung Kongres Nasional Brasil.
Setiap pagi Jacob bangun pukul 05.00 di Penjara Papuda dekat Brasilia, ibu kota Brasil.
Setelah berkemas, dia menaiki sebuah kendaraan yang siap mengantarkannya ke gedung kongres.
Saat matahari tenggelam, Jacob kembali ke penjara.
Setiba di penjara, dia pun menanggalkan jasnya dan berganti status menjadi tahanan.
"Saya dipenjara, tapi saya bukan tawanan," kata pria 60 tahun itu pada hari pembebasan setelah menjalani hukuman tujuh tahun penjara.
Dia divonis bersalah dengan tuduhan melakukan kecurangan administratif saat menjabat wali kota Tres Rios.
Banyak narapidana yang diizinkan bekerja di Brasil dengan mengacu pada peraturan pembebasan yang parsial.
Akan tetapi, Jacob ialah satu-satunya anggota kongres yang diketahui diizinkan untuk terus bekerja dalam situasi seperti itu.
Di bawah rezim penjara yang pilih kasih, Jacob boleh bekerja sebagai anggota kongres.
Dia hanya dilarang untuk pergi ke gedung bioskop, berbelanja, atau mengunjungi keluarganya.
Kendati berstatus sebagai narapidana, Jacob masih diizinkan bekerja aktif di kongres.
Dia juga tetap memiliki hak suara terkait dengan kebijakan yang berhubungan dengan undang-undang negara dan isu-isu politik besar terkini.
Izin yang dimiliki Jacob termasuk memberikan suara untuk mendukung Presiden Brasil Michel Temer.
Kini, Temer yang menggantikan Presiden Dilma Rousseff tengah menghadapi risiko menghadapi pengadilan karena tuduhan terlibat korupsi.
Sebagaimana diketahui bahwa Jacob menjadi anggota penuh majelis rendah kongres pada Januari lalu.
Ia menjadi anggota kongres menyusul perombakan setelah ketua majelis Eduardo Cunha dipecat karena terlibat korupsi.
Enam bulan kemudian, sebuah kasus yang berkaitan dengan masa Jacob sebagai wali kota Tres Rios pada 2003 menjeratnya.
Mahkamah Agung menyatakan Jacob bersalah dengan bukti pemalsuan dan penyimpangan dalam pemberian kontrak publik.
Dia ditangkap di Bandara Brasilia pada 6 Juni 2010.
Saat masuk penjara, Jacob mengaku ketakutan.
Apalagi di sejumlah penjara di Brasil kerap terjadi kerusuhan antargeng.
Kematian akibat kerusahan menjadi insiden yang rutin.
"Sistem hukuman di Brasil tidak dirancang untuk merehabilitasi siapa pun," kata Jacob di kantornya di gedung kongres. "Tempat saya lebih baik daripada beberapa penjara lain, tapi saya tidak akan merekomendasikannya."
Hingga kini, Jacob masih menyangkal tuduhan yang didakwakan terhadap dirinya.
Dia tetap berkukuh bahwa dirinya hanya membuat kesalahan 'teknis'.
Jacob merasa dijebak penasihatnya yang memasukkan klausul yang tak disetujuinya, tapi sang penasihat memasukkan ke UU legislatif sebelum ditandatanganinya. (AFP/Haufan Hasyim Salengke/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved