Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) memprediksikan akan menghabiskan biaya lebih dari US$1 miliar (sekitar Rp13 trilun) untuk memperbaiki infrastruktur dasar di Mosul yang hancur selama kampanye militer pembebasan kota itu dari kelompok Islamic State (IS).
Keberhasilan tentara Irak merebut kembali Mosul menghabiskan banyak biaya.
Misalnya, sebagian besar Mosul berubah bak reruntuhan, di samping ribuan orang tewas dan terluka, dan hampir satu juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Di samping itu, tantangan besar terbentang di depan tidak hanya dalam membangun kembali Kota Mosul, melainkan juga mengatasi perlawanan IS, yang belum mau menyerah.
Irak mengumumkan kemenangan melawan kelompok teroris Islamic State (IS) di Kota Mosul pada, Minggu (9/7) waktu setempat, setelah kampanye militer selama berbulan-bulan yang melelahkan. Sejumlah pemimpin dunia pun menyambut gembira kemajuan yang diraih Baghdad.
Kemajuan itu memberikan kehilangan besar bagi IS, kelompok yang mendirikan khilafah gadung-an di wilayah Irak dan Suriah tiga tahun lalu.
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi yang secara khusus berkunjung ke Mosul mengelu-elukan pasukan Irak yang berhasil 'mengambil alih' kota yang diduduki IS pada musim panas 2014.
"Perdana Menteri mengunjungi Mosul untuk memberi selamat kepada para pejuang heroik dan orang-orang Irak atas pencapaian kemenangan besar ini, tiga tahun setelah Daesh (IS) mengumumkan kekhalifahannya di kota itu," kata kantor Al-Abadi.
Foto-foto yang dikeluarkan oleh kantornya menunjukkan Al-Abadi mengenakan seragam militer hitam dan topi, berjabat tangan dengan polisi dan perwira militer.
Kemenangan tersebut terjadi setelah sebuah kampanye militer 266 hari yang brutal dan meletihkan melawan IS.
Namun, pertempuran mengua-sai Mosul tampaknya tidak sepenuhnya berakhir. Tembakan dan ledakan masih terdengar di kota terbesar kedua Irak setelah Baghdad itu.
Letnan Jenderal Sami al-Aridhi dari Dinas Kontrate-rorisme mengatakan pasukan IS masih bertahan di wilayah seluas 200 meter.
"Mereka belum menye-rah," ujarnya.
Al-Abadi mengatakan dia mengadakan pertemuan dengan para komandan di Mosul dan menge-luarkan serangkaian perintah mengenai mempertahankan kemenangan dan membasmi sisa-sisa IS.
"Serta membangun keamanan dan stabilitas di kota yang dibebaskan."
Medan terberat
Pasukan Irak merayakan kemenangan dengan mengibarkan bendera dan membentangkan tanda kemenangan setelah Al-Abadi tiba di kota tersebut.
"Kemenangan ini untuk semua orang Irak, tidak hanya untuk kita," kata Mohammed Jassem, seorang anggota Badan Kontraterorisme, di markas polisi tempat Al-Abadi bertemu dengan para komandan.
Jassem, yang terlibat dalam sebagian besar pertempuran utama lainnya melawan IS, mengatakan bahwa Mosul merupakan medan terberat.
"Saya ambil bagian dalam pertempuran di Ramadi dan Tikrit dan Salaheddin dan Baiji dan Al-Qayara ... tapi pertempuran di basis terkuat (IS) ialah yang paling ganas," ujarnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang negaranya merupakan bagian penting dari koalisi tersebut.
Pemimpin Iran merupakan di antara yang pertama yang menyampaikan ucapan selamat.
'Mosul dibebaskan dari IS,' kata Macron di Twitter.
'Penghormatan dari Prancis untuk semua orang, dan pasukan kita, yang memberikan kontribusi untuk kemenangan ini.' (AFP/Arab News/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved