Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

AS Tetap Kontroversial di KTT G-20

Haufan Hasyim Salengke
10/7/2017 06:10
AS Tetap Kontroversial di KTT G-20
(AP/John MacDougall)

PARA pemimpin dunia membuat konsesi mengenai perdagangan dan perubahan iklim untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump di hari terakhir Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok 20 (KTT G-20) demi menjaga persatuan di kelompok negara maju dan berkembang tersebut.

Dalam sambutan penutupnya pada pertemuan puncak itu, Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut posisi Trump tentang perubahan iklim sangat 'disesalkan'.

Di sisi lain, Merkel mengatakan KTT dua hari itu mencapai 'hasil bagus di beberapa bidang'.

Ia mencontohkan kesepakatan yang diraih dengan sulit di bidang perdagangan yang mencakup Trump dan AS.

Sang tuan rumah mencoba mencairkan suasana dengan mengatakan bahwa proses pembicaraan atau perundingan memang terkadang berlangsung 'sulit'.

"Tidak bisa dimungkiri bahwa masih ada perbedaan dalam sejumlah isu," ujar Merkel di Hamburg, Jerman, pada penutupan KTT G-20, Sabtu (8/7).

Pernyataan terakhir di KTT G-20 itu memperjelas perbedaan posisi bahwa Uni Eropa dan negara-negara lain di luar AS dengan suara bulat mendukung kesepakatan iklim Paris yang ditolak Trump.

Mereka menyatakan kesepakatan untuk mengurangi efek rumah kaca itu 'tidak dapat dimundurkan' dan berjanji untuk menerapkan kesepakatan itu 'secepat mungkin' dan tanpa pengecualian.

Di lain pihak, AS menyebut akan berusaha untuk bekerja sama dengan negara-negara lain guna membantu mereka mengakses dan menggunakan bahan bakar fosil dengan lebih bersih dan efisien.

Keputusan pemerintahan Trump memperjelas keinginan Washington untuk terus menggunakan dan menjual bahan bakar fosil yang merupakan pendorong pemanasan global.

Mengenai isu perdagangan dunia, AS dan negara lain masih sepakat mengecam praktik proteksionisme.

Namun, kali ini sikap mereka ditambah dengan kesepakatan tentang perdagangan yang saling menguntungkan dan tiap negara berhak memakai 'instrumen perlindungan dagang yang resmi'.

Hal itu sejalan dengan pendapat Trump bahwa perdagangan dunia harus bersifat terbuka, adil, dan menguntungkan perusahaan ataupun pekerja AS.

Sementara itu, bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi Jerman kembali meletus kemarin dini hari di jalanan Kota Hamburg setelah KTT G-20 berakhir. Polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk mengusir para pemrotes yang berkumpul di Distrik Schanzen.

Menurut angka terbaru yang diberikan polisi, sekitar 186 orang telah ditahan sejak kerusuhan bermula pada Kamis (6/7).

Tercatat hampir 500 polisi terluka, tetapi belum ada jumlah akurat untuk korban luka dari pihak pengunjuk rasa.

Dari Tanah Air, Wakil Presiden Jusuf Kalla kemarin sore menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dari KTT G-20 di Jerman.

Sebelumnya, dalam Leaders Retreat KTT G-20 sesi kerja sama dengan Afrika, migrasi dan kesehatan, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia mendukung pengembangan kemitraan yang sejajar antara negara G-20 dan Afrika.

Untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, Indonesia juga akan mengadakan Indonesia-Africa Forum 2018 sebagai platform untuk mendekatkan kalangan bisnis Indonesia dengan Afrika. (AFP/AP/Ant/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya