Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (UNESCO), kemarin, memasukkan Kota Hebron di Palestina dalam daftar warisan budaya dunia yang terancam punah. Keputusan itu memancing kemarahan Israel yang menyebut hal itu mementahkan klaim warga Yahudi atas sebuah gua permakaman kuno yang juga dianggap suci warga muslim.
Gua yang disebut 'Makam para Leluhur' oleh warga Yahudi dan oleh warga muslim disebut Masjid Ibrahami diyakini umat kedua agama itu sebagai makam Abraham, putranya Ishak, dan cucu Abraham, Yakub.
UNESCO melakukan voting dengan hasil 12 melawan 3 dengan 6 anggota abstein untuk memberikan status warisan dunia terancam punah kepada kota kuno yang berada di kawasan Tepi Barat yang kini dihuni 200 ribu warga Palestina.
Keputusan itu mendapat kecaman keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebutnya sebagai 'sebuah langkah penuh delusi UNESCO'.
"Kali ini mereka memutuskan Makam para Leluhur di Hebron sebagai situs milik Palestina. Hal itu membahayakan," tegas Netanyahu yang berbicara dalam sebuah video yang dilansir secara daring.
Sekutu Israel, Amerika Serikat, menegaskan akan meninjau ulang hubungan mereka dengan UNESCO terkait keputusan itu.
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyebut keputusan UNESCO itu sebagai 'sebuah penyangkalan terhadap sejarah'.
Pemerintah AS menghentikan pendanaan untuk UNESCO pada 2011 setelah badan PBB itu memasukkan Palestina sebagai negara anggota mereka. Namun, 'Negeri Paman Sam' itu hingga kini masih menjadi anggota badan eksekutif UNESCO yang beranggotakan 58 negara.
Resolusi itu dikeluarkan UNESCO dengan cepat dengan alasan situs tersebut terancam dengan Palestina menuding Israel melakukan sejumlah pelanggaran, termasuk vandalisme dan perusakan benda-benda bersejarah.
Kementerian Luar Negeri Palestina, kemarin, memuji keputusan UNESCO itu sebagai sebuah kemenangan diplomatik atas 'upaya Israel menyebarkan kebohongan dan mengaburkan fakta mengenai hak-hak Palestina'. AFP/Arv/I-2
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved