Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Demonstran G20 Bakar Mobil Polisi

Heryadi
07/7/2017 19:35
Demonstran G20 Bakar Mobil Polisi
(AFP)

BENTROKAN kembali pecah menjelang digelarnya Konferensi Tinggi Tinggi (KTT) G20, di Kota Hamburg, Jerman, Jumat (7/7). Demonstran G20 membakar mobil polisi dan memblokade jalan-jalan di kota itu untuk mencegah delegasi mencapai tempat pertemuan.

Polisi Distrik Altona melalui Twitter melaporkan, para demonstran melemparkan bom molotov dan membakar mobil-mobil patroli polisi yang berada di dekatnya. "Operasi untuk meredam aksi tersebut sedang dilakukan," jelasnya.

Secara terpisah, polisi Hamburg mengatakan di barat Kota Hamburg bentrokan serupa juga terjadi. Asap hitam mengepul saat demonstran membakar mobil-mobil polisi.

Polisi mengatakan demonstran telah memblokade sejumlah persimpangan jalan dan koridor transfer. Koridor itu merupakan jalur untuk membantu delegasi berpindah di antara pertemuan.

Sehari sebelumnya, demonstrasi damai oleh sekitar 12 ribu orang untuk memprotes KTT globalisasi itu berubah menjadi ajang kerusuhan. Sedikitnya 76 polisi terluka, kata seorang juru bicara polisi Hamburg.

Bentrokan kemarin terjadi menjelang para pemimpin negara-negara maju dan ekonomi berkembang itu memulai pertemuan dua hari yang dititikberatkan pada perdagangan, terorisme, perubahan iklim dan isu-isu penting global lainnya.

Kota pelabuhan Hamburg dikenal sebagai pusat gerakan radikal sayap kiri. Otoritas setempat telah lama menghadapi ancaman kekerasan di sela-sela KTT.

Serikat polisi Jerman GdP kemarin mengecam kelomok-kelompok anarkistis bernama Black Blocks. Mereka dituding telah membajak demonstrasi damai yang dilakukan puluhan ribu orang untuk melancarkan serangan.

Aksi anarkistis para demonstran itu membuat polisi Hamburg kewalahan. Meski saat ini mereka telah mendapat bantuan dari kepolisian Jerman dan Austria, juru bicara kepolisian Jerman menegaskan kepada harian Die Welt mereka masih membutuhkan tambahan polisi.

Saat ini kepolisian setempat telah mengerahkan 20 ribu personel untuk mengamankan perhelatan yang berlangsung selama 7-8 Juli itu. Mereka juga diperkuat dengan helikopter, truk kanon air dan drone pengintai.

Menurut juru bicara polisi, bentrokan tersebut mengakibatkan sekitar 159 polisi luka-luka. Di sisi lain, mereka juga menangkap 45 demonstran. (AFP/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya