Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

2016, Tahun Keemasan

DZULFIKRI PUTRA MALAWI
25/11/2015 00:00
2016, Tahun Keemasan
(MI/SUSANTO)
SINEAS Joko Anwar, 39, berhasil menjadi sutradara terbaik Festival Film Indonesia (FFI) melalui film yang digarapnya, A Copy of My Mind, yang baru dijadwalkan tayang komersial di Indonesia pada 11 Februari 2016. Filmnya membawa pulang Piala Citra bersama dua kategori lainnya, yakni pemeran wanita utama terbaik (Tara Basro) dan penata suara terbaik (Khikmawan Santosa dan Yusuf A). Tahun ini merupakan tahun keemasan bagi dirinya karena selain A Copy of My Mind yang membuat dirinya diganjar Piala Citra, serial yang digarapnya, Halfworlds, bakal tayang perdana Minggu (29/11) pukul 21.00 WIB di HBO. "Sebenarnya setiap tahun saya selalu sibuk, tapi biasanya dengan berbagai festival di luar negeri. Kali ini juga sibuk dengan HBO jadi bisa ditonton di Indonesia. Terus ikut FFI dan menang, jadi ramai," kata Joko Anwar saat dihubungi Media Indonesia, kemarin. Dia menambahkan, A Copy of My Mind telah meraih respons yang cukup baik di berbagai festival film internasional seperti di Toronto International Film Festival, Busan International Film Festival, dan Venice International Film Festival tahun ini.

"Dapat sambutan bagus di tiga festival, tapi sambutan di FFI rasanya lebih hangat," ujar Joko seusai acara penganugerahan FFI 2015 di ICE BSD City, Tangerang, Senin (23/11) malam. Mondar-mandirnya fi lm yang menceritakan Sari (Tara Basro) dan Alex (Chicco Jerikho) itu di berbagai festival membuatnya memenuhi syarat untuk ikut serta dalam ajang
FFI 2015. Menurutnya, siapa pun yang menang di FFI ialah mereka yang memang pantas karena semua nominasi masuk sebuah ajang fi lm yang tertinggi di Indonesia, mulai pemeran sampai orang di balik layar. "Piala Citra ialah ajang penghargaan tertinggi yang menentukan tolok ukur dari skill, teknis, dan estetika dari pembuat fi lm di Indonesia.  Seharusnya mencerminkan itu setiap tahunnya," kata lulusan Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung itu.

Setelah kemenangan itu, dia akan melanjutkan tiga proyek yang sedang dipersiapkan seperti film A Copy of My Soul, lanjutan dari A Copy of My Mind. "Selain itu, akan ada Executors, tentang lima anak muda yang membunuh politikus. Lalu ada drama komedi, Pernikahan Terakhir di Bumi," lanjutnya. Ia juga memuji penyelenggaraan FFI tahun ini yang dinilai cukup rapi dan terorganisasi dengan baik. Namun, ia lebih berharap filmmaker Indonesia bisa punya niat untuk meraih yang lebih tinggi. Tidak hanya masuk di pasar dalam negeri, tapi juga di pasar internasional. Beban untuk Tara Hal senada juga disampaikan Tara Basro. "Saya sangat puas dan senang banget. FFI 2015 jauh lebih berkembang, dari segi penyelenggaraan dan penilaian.

Film-film yang bersaing itu benarbenar bagus dan berat, "ujarnya ceria sambil menggenggam Piala Citra. Tara mengaku merasa nyaman dan bebas bermain di fi lm A Copy of My Mind. "Terima kasih banget buat Bang Joko Anwar!" ujarnya. Piala Citra perdana itu, lanjut Tara, jelas memberikan beban yang lebih berat bagi dirinya. "Saya harus menyuguhkan akting dan cerita yang lebih baik. Sekarang saya lagi pengin-penginnya coba akting di panggung. Teater atau semacam musikal. Kalau genre sih apa saja, terbuka
saja," pungkasnya soal rencana pasca-Piala Citra. (H-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya