PRESIDEN Joko Widodo dijadwalkan menghadiri puncak perayaan Hari Guru Nasional (HGN) pada Selasa (24/11), di Istora Senayan, Jakarta. Dengan kehadiran Presiden itu, diharapkan bisa memacu guru untuk terus berprestasi dan bersemangat mendidik siswa mereka. "Presiden dijadwalkan hadir pukul 09.30 WIB, dan itu sudah dirapatkan dengan rumah tangga kepresidenan. Ini bentuk apresiasi bagi guru dan tenaga kependidikan di seluruh penjuru negeri, agar mereka terus berprestasi," ujar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumarna Surapranata, pada jumpa pers HGN 2015, di Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan kehadiran Presiden menunjukkan perhatian pemerintah yang begitu besar pada guru. Guru merupakan pilar utama untuk membawa laju perubahan pendidikan. Ide dan gagasan guru dapat dituangkan dalam sebuah karya yang memberikan masukan demi kemajuan dunia pendidikan. "Meski begitu, untuk membangun dunia pendidikan yang prima, tidak hanya guru yang terlibat, tapi juga perlu adanya sinergi antarelemen, seperti masyarakat, tenaga kependidikan, pemerhati pendidikan, dan juga kalangan LSM (lembaga swadaya masyarakat)," ujarnya.
Sumarna melanjutkan, selain akan dihadiri Presiden Jokowi, acara yang bertemakan Guru mulia karena karya itu juga akan dihadiri oleh 10.926 peserta. Para peserta terdiri atas masing-masing 1.000 peserta dari Disdik DKI Jakarta, Depok, dan Bogor, 500 peserta dari Disdik Tangerang, dan 500 peserta dari Tangsel. Selanjutnya, 2.891 peserta simposium, 3.000 peserta dari asosiasi profesi, dan 1.035 peserta dari mendaftar online.
Sehari sebelum perayaan puncak HGN, panitia menyelenggarakan simposium yang dihadiri 4.391 guru dari kelompok finalis lomba guru berprestasi. Ada 250 karya guru seperti metode pembelajaran, alat peraga pendidikan, serta inovasi pembelajaran yang akan disajikan dan dipamerkan. "Pendaftar karya guru pada simposium itu online. Ada 3.366 pelamar, tetapi kami menyeleksi karya mereka dan hanya memamerkan 250 karya, sedangkan yang lainnya akan dipublikasikan melalui website," ucap Sumarna.
Ketua Peringatan HGN 2015 Anas M Adam mengutarakan HGN sebenarnya setiap tahun diperingati pada 25 November. Namun, tahun ini peringatan puncak HGN dilaksanakan lebih awal sehari, lantaran menyesuaikan jadwal Presiden Jokowi. Meski begitu, pada 25 November 2015, peringatan HGN tetap dilakukan seluruh guru di Indonesia, disertai sambutan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.
Pengangkatan guru Secara terpisah, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo menyatakan, bertepatan dengan momentum HGN, pemerintah hendaknya mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada tenaga pendidik, yakni kebijakan yang bisa meningkatkan profesionalitas, kesejahteraan, dan perlindungan kepada guru.
Menurutnya, kebijakan yang berpihak pada guru saat ini yang dibutuhkan misalnya, pengangkatan guru untuk mengatasi kekurangan guru, khususnya guru-guru SD yang terjadi di seluruh daerah serta semua kabupaten dan kota. "Ini kebijakan substansi yang seharusnya ditetapkan," ucap Sulistyo.