PROGRAM pembangunan tidak akan berhasil bila tidak disertai kepercayaan yang kuat dari masyarakat. Humas sebagai salah satu simpul dalam jaringan informasi diminta berperan serta membangun kepercayaan publik.
"Organisasi kehumasan bisa menjadi perpanjangan tangan (pemerintah) dalam membangun social trust di masyarakat akan pembangunan nasional, rencana-rencana, serta capaian pemerintah yang sudah dirasakan masyarakat," ujar Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, pada Konvensi Nasional Humas Indonesia 2015 di Jakarta, kemarin (Kamis, 20/11/2015).
Menurutnya, humas merupakan garda terdepan penyampaian informasi, termasuk informasi tentang kebijakan dan program pemerintah. Sosialisasi tentang program dan kerja pemerintah tidak cukup bila hanya dilakukan aparatur pemerintah. Terlebih, ia mengakui, sumber daya pengelola kehumasan di pemerintahan masih lemah.
"Padahal, program-program yang dicanangkan pemerintah memiliki kekuatan bila pesannya tersampaikan, dipahami, dan dipercaya masyarakat. Kekuatan ini akan membangkitkan optimisme dan percaya diri yang besar tidak hanya bagi pemerintah, tapi juga bagi bangsa. Optimisme itu bahwa bangsa Indonesia tengah bergerak menuju cita-cita, harapan, dan impiannya," papar Yuddy.
Lebih lanjut Yuddy mengungkapkan membangun kepercayaan publik di sebuah negara besar seperti Indonesia yang berpenduduk lebih dari 250 juta orang ini tidaklah mudah. Oleh karena itu, peran simpul-simpul utama jaringan informasi, seperti humas, menjadi penting. "Di situ peran penting dan strategis humas, untuk meneruskan pesan pembangunan nasional," imbuh Yuddy. Anugerah Perhumas Untuk mendukung perkembangan profesi humas, Perhimpunan Humas Indonesia (Perhumas) memberikan apresiasi terhadap humas berkualitas pada Malam Anugerah Perhumas 2015, Rabu (18/11) di Balai Kota Jakarta. Dalam acara itu, penghargaan diberikan dalam enam kategori.
Salah satu yang mendapatkan penghargaan itu ialah Plt Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi. Ia meraih Anugerah Perhumas kategori humas kepemerintahan. "Johan Budi menunjukkan implementasi dari komponen PR (<>public relation) yang mumpuni dalam hal penelitian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi," kata Ketua Umum Perhumas Agung Laksamana.
Adapun Anugerah Perhumas kategori media diberikan kepada koran Analisa, kategori edukator diberikan kepada Guru Besar Universitas Indonesia sekaligus menteri penerangan era Presiden Soeharto, Alwi Dahlan, kategori contributing service to Perhumas diberikan kepada Badan Pengurus Cabang Perhumas Medan, dan kategori distinguished service diberikan kepada pakar komunikasi (alm) Indrawadi Tamin.
Penghargaan khusus lifetime achievement award diberikan kepada Teddy Kharsadi yang merupakan anggota Dewan Kehormatan Perhumas periode 2014-2017.(Pro/H-3)