Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Lulus UKG,Sang Guru Berharap Diklat Merata

MI/Bay
17/11/2015 00:00
Lulus UKG,Sang Guru Berharap Diklat Merata
(Dok MI)
Mengakhiri waktu Uji Kompetensi Guru (UKG) di SMAN 7 Kota Menado,Sulawesi Utara ,Selasa pagi (17/11),seorang peserta,Dolpi Kambe, berteriak meluapkan ekspresi gembira. "Horee ,"suaranya terdengar kencang memecah kesunyian ruang kelas yang diikuti 14 peserta UKG di sekolah tersebut. Seraya berdiri di meja komputer Dolpi yang mengenakan baju seragam coklat PNS menutup tugasnya dengan sumringah.

Rupanya,guru mata pelajaran Bahasa Inggris SMAN 7 Manado ini mengaku berhasil menjawab soal soal UKG cukup memuaskan. Dari 60 soal sebanyak 18 soal pedagogi mampu ia jawab 10 benar dan 8 salah,dan 42 soal profesional ia menjawab 22 soal dengan benar dan 20 salah. "Setelah dikalkulasi dari 60 soal saya mampu menjawab benar 32 soal dan saya lulus mendapat nilai di atas ambang lulus lebih dari 5,5 atau 60 poin.Tidak sia sia saya belajar serius jelang UKG,"cetusnya senang. Menurutnya tahun ini soal UKG Bahasa Inggris lebih pendek disertai pertanyaan dalam bahasa Indonesia yang memudahkan ia menjawab dengan baik.

Ia membandingkan saat mengikuti UKG tahun 2014 dengan jumlah 100 soal, ia tidak lulus dan hanya mendapat nilai 38 poin. Sebaliknya Grace ,Guru Bahasa Jepang sekolah yang sama,mengaku soal UKG tahun ini tingkat kesulitannya lebih tinggi ketimbang UKG tahun lalu."Soal huruf kanji nya lebih banyak dibanding tahun lalu.Sehingga saya hanya mendapat nilai 48 padahal tahun lalu meraih nilai 60,"ungkapnya.

Terkait pasca UKG yang akan dilakukan pembinaan oleh pemerintah berupa pelatihan guru.Dolpi Kambe yang mengaku selama 15 tahun menjadi guru hanya mengikuti sekali pelatihan guru,itupun pelatihan dalam Kurikulum 2013 tahun 2013.Ia berharap pelatihan dan pendidikan atau diklat yang digelar pasca UKG bersifat merata dan adil."Saya perhatikan yang ikut diklat guru nya itu itu saja tidak ada rotasi dan penyegaran.Mestinya bergantian agar kita juga mendapat wawasan dan tambahan pengetahuan,"cetusnya.

Wakil Kepala SMAN 7 Manado,Marlon Rompas sepakat perlunya pembinaan diklat guru ke depan dilakukan bergantian. "Sebaiknya , pelatihan tetap dilaksanakan secara merata sehingga setiap guru akan mendapat wawasan yang merata,"ujarnya. Ia juga menegaskan pelaksanaan UKG sangat membantu sekolah dalam mengukur kompetensi guru. Sehingga tetap diperlukan digelar setiap tahun."Waktu berjalan terus dan perkembangan pengetahuan dan teknologi juga terus maju maka guru guru kita mesti dapat meningkatkan pula kompetensinya.Maka UKG merupakan salah satu cara pengukuran yang tepat,"pungkasnya.

Menyinggung jumlah peserta UKG saat dikunjungi berjumlah 14 orang ,menurutnya 6 orang tidak hadir karena berhalangan sakit,tugas ke luar kota dan tugas ke luar negeri."Bahkan ada yang terkena musibah meninggal hingga batal UKG,"ungkapnya. Dari 350 peserta UKG di Tempat Uji Kompetensi (TUK) SMAN 7 sejak tanggal 9-17 November 2015 sebanyak 22 orang berhalangan hadir karena alasan tersebut di atas.Mereka dijadwalkan mengikuti UKG susulan tanggal 7-11 Desember mendatang.

Menyinggung jumlah nilai rata rata UKG di kota Menado,Kepala Bidang Tenaga Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Manado,Anatje Wokas didampingi pengawas sekolah Dinas Pendidikan Kota Menado Joni Sualang mengaku masih mendata .Menurutnya dari 16 TUK pihaknya baru mendapat data dari salah satu TUK UKG yakni nilai tertinggi 7,3 poin dan terendah 2,8 poin."Jadi belum dapat kami informasikann lengkap karena menunggu kelengkapan data sebab UKG di kota Menado baru berakhir Rabu tanggal 18 November 2015,"ungkap Wokas. Sementara itu,Kepala Dinas Kota Manado ,Corry Tendean saat dikunjungi Media Indonesia belum dapat ditemui dan memberi konfirmasi karena masih sibuk bertugas.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya