ORANG nomor satu di MD Pictures, Manoj Punjabi, 42, berani menanamkan investasi untuk fi lm Hollywood. Telah tiga tahun pemilik production house terbesar di Indonesia itu melakukan survei untuk bisa menembus dunia perfi lman di Amerika Serikat yang diidamkannya. "Saya akhirnya bertemu partner yang tepat dan bisa diajak kerja sama. Penjajakan sudah kami lakukan selama satu setengah tahun lamanya. Kami telah berkomitmen untuk membuat fi lm sebanyak 10 hingga 15 film. Sudah tidak mundur lagi dan ini bukan main-main," katanya dalam wawancara khusus dengan Media Indonesia di Jakarta, Senin (16/11).
Untuk merealisasikan hasratnya itu, Manoj sudah bekerja sama dengan Adam Ripp, CEO of Vega Baby, perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, produksi, dan distribusi fi lm yang berkantor di Los Angeles. Dalam berkarya di Hollywood, Manoj mengutarakan dirinya membawa nama Indonesia. Karena itu, ia akan serius dalam berkarya. Ia pun tidak ingin ada anggapan sebagai orang Asia yang mau buang-buang uang. "Tapi hanya sebatas itu. Ini bukan Indonesian movie yang syuting di Hollywood. Film-fi lm itu nantinya akan diedarkan ke seluruh negara. Komitmen saya harus sukses, enggak sekadar ujian karena itu tidak ada artinya."
Saat ini, ia telah terlibat untuk produksi fi lm yang akan dikerjakan pada 2016, yakni Afraid yang skripnya ditulis Paul Todisco dan Oliver Robins. Ke mudian, fi lm Curse of Poltergeist. Kedua fi lm tersebut bergenre horor. Manoj mengaku tidak semua film yang akan diproduksi di Hollywood bergenre horor. “Bervariasi. Yang pasti akan ada action, drama, dan romantic drama. Tapi, kenapa yang awal horor? Itu paling gampang dijual. Misi saya kan supaya uang kembali. Saya bukan mau prestasi. Prestasi saja tidak cukup. Bikin fi lm bagus tapi tidak menghasilkan uang, itu enggak ada nilainya,†kata dia.
Harus untung Ia mengutarakan pada kerja sama yang diperkirakan akan berlangsung lima tahun, MD Pictures akan tergabung dalam pembuatan fi lm dengan biaya di bawah US$5 juta. “Saya hanya akan investasi US$1 juta hingga US$3 juta per film," katanya. Dalam kerja sama itu, Manoj menyatakan dirinya harus untung. “Yang pertama, saya masih belajar. Kedua, Hollywood itu samudra yang tidak ada batasannya. Kalau saya mau lawan James Bond dengan investasi US$250 juta, itu tidak realistis. Saya harus tahu diri. Play smart, play safe, dan be creative. Saya tidak mau jadi oran g konyol sehingga membuat track record saya jelek," jelas ayah tiga anak itu.
Track record yang jelek, menurutnya, akan berimbas pada kepercayaan yang menurutnya segala-galanya. "Jika tidak ada kepercayaan, kita enggak ada value. No value at all." Dia juga merupakan orang yang sangat taat pada bujet. Dirinya mengaku belajar dari beberapa kegagalan terkait dengan hal itu. "Saya gagal dengan fi lm Kala. Meski saat itu sudah siap rugi hanya Rp2 miliar, itu rugi Rp7 miliar. Setelah itu, saya perbaiki dalam Ayat-Ayat Cinta. Saya bertekad harus komersial. Tapi, kemudian Di Bawah Lindungan Ka’bah, saya juga rugi Rp15 miliar," cerita dia. (H-1)