PEMIMPIN perusahaan
mobil raksasa Prancis Renault, Georges Besse, tewas ditembak di Paris.
Ia ditembak beberapa kali di dada dan di kepala pada malam hari di luar
rumahnya.
Pelaku berjumlah dua orang, laki-laki dan perempuan,
melakukan aksinya di atas sepeda motor tepat ketika Besse keluar dari
mobilnya. Para pembunuh merupakan kelompok sayap kiri Prancis yang
antikapitalis, Action Directe.
Kelompok tersebut juga bertanggung
jawab atas sejumlah aksi pengeboman di Kota Paris. Besse menjabat
sebagai pemimpin Renault sejak Januari 1985. Ia berhasil mengubah
kerugian menjadi profit pada September 1986.
Namun,
keberhasilannya mengorbankan sebanyak 21 ribu karyawan Renault yang
dirumahkan. Presiden Prancis saat itu Francois Mitterand, yang berada di
Benua Afrika ketika Besse tewas, menyatakan bahwa kematiannya merupakan
sebuah kenyataan pahit.