Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Sesaat Melepas Rindu akan Indonesia

Thalatie K Yani
16/11/2015 00:00
Sesaat Melepas Rindu akan Indonesia
(MI/THALATIE K YANI)
WAJAH ceria dan senang tampak jelas dari Lidebao, 82. Bagaimana tidak, Sabtu (14/11) pagi itu ia bisa berkumpul dengan teman-temannya dan menikmati kembali suasana Indonesia.

Sudah 40 tahun terakhir ia menetap di Shanghai, Tiongkok. Mendapatkan undangan menghadiri Indonesia Festival (Inafest) jadi angin segar baginya dan teman-temannya di Komunitas Alumni Bandung. Apalagi, tempat yang dipilih jadi lokasi acara ialah Jing'an Park.

"Kami setiap Minggu pagi suka main angklung bersama Alumni Bandung di sini (Jing'an Park)," ujar Lidebao kepada Media Indonesia.

Untuk sesaat Lidebao bisa menikmati lagi suasana khas Indonesia. Tarian dan nyanyian dari berbagai daerah asal Indonesia bisa mengobati kerinduannya.

Ratusan warga yang mampir ke Inafest juga menikmati acara dan makanan. Sejumlah <>chef yang terlibat dalam festival menyediakan berbagai panganan khas Indonesia.

Seperti chef Hendra Herdiyana, ia membuat bubur sumsum, empal gepuk yang dibuat lembut, dan sejumlah camilan seperti rempeyek kacang. Ada juga berbagai jenis sambal yang tersedia dalam kemasan.

"Bahan-bahannya kami datangkan langsung dari Indonesia, semua sambal dan makanan lain kami produksi sendiri," ujar Executive Chef Restoran Bumbu itu.

Berbeda dengan chef Hendra, chef Asrul dari Indonesia Food Demo memilih menyajikan nasi goreng rendang, satai lilit bali, dan keripik tempe malang. Di Bali Bistro sejumlah kue seperti kue lapis surabaya dan tahu goreng pun tersaji bagi pengunjung.

Respons dari masyarakat lokal terhadap Inafest beragam. Seperti Li Liu Chun, ia mengaku suka dengan makanan Indonesia yang disajikan. Mahasiswa salah satu universitas di Shanghai itu saat ini tengah belajar bahasa Indonesia.

"Saya suka nasi gorengnya," celetuknya. Ni Yau Hua, karyawan, mengaku belum mengetahui apa pun tentang Indonesia, tapi ingin mengetahui lebih lanjut setelah mendatangi Inafest. Sedangkan temannya, Lu Liang yang seorang guru, mengenal sedikit tentang Bali.

Selama dua hari festival, diperkirakan lebih dari 1.500 pengunjung yang datang. Tidak semata warga Tiongkok, tapi juga warga negara asing yang berada di Shanghai dan melintas di sekitar Jing'an Park, serta mahasiswa Indonesia. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya